KPR Turun, Properti Bergairah

248
PROMOSI EFEKTIF: Pameran perumahan seperti REI Expo, turut membantu penjualan rumah karena calon konsumen bisa memilih serta mendapat secara detail. (ADITYO DWI R/RADAR SEMARANG)
PROMOSI EFEKTIF: Pameran perumahan seperti REI Expo, turut membantu penjualan rumah karena calon konsumen bisa memilih serta mendapat secara detail. (ADITYO DWI R/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Memasuki semester kedua, pasar properti mulai bergairah. Salah satunya dipicu oleh turunnya uang muka Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Ketua Bidang Promosi dan Publikasi DPD REI Jateng Dibya K Hidayat mengatakan, REI Expo 29 Juli – 9 Agustus lalu, pihaknya mencatat ada 63 unit potensi penjualan. Angka ini cukup baik, mengingat potensi penjualan pada ekspo sebelumnya hanya sekitar 40 unit saja.

“Tren penurunan permintaan kerap terjadi jelang libur hari raya maupun tahun ajaran baru. Sehingga paska lebaran, permintaan mulai mengalami kenaikan. Khusus Semarang dan sekitarnya, paling banyak permintaan rumah menengah dan menengah atas, dengan kisaran harga mulai Rp400 jutaan hingga Rp1 miliar,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, peningkatan permintaan di sektor properti disebabkan oleh penurunan uang muka KPR. Yaitu dari yang semula 30 persen menjadi 20 persen. “Dengan adanya kebijakan penurunan uang muka KPR ini kami optimis, permintaan akan meningkat,” jelasnya, kemarin (10/8).

Namun demikian, pihaknya mengkhawatirkan kemampuan para pengembang dalam memenuhi permintaan. Hal tersebut terkait dengan kebijakan penghapusan KPR indent, dimana penjualan rumah baru bisa dilakukan setelah rumah 100 persen siap huni. “Meski pasar bagus, kalau developer tidak bisa memenuhi suplai juga tak ada artinya. Apalagi, kini developer diberatkan dengan aturan penghapusan KPR indent. Artinya kami hanya dapat membangun dengan uang sendiri,” tegas Dibya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap aturan mengenai penghapusan KPR Indent agar ditinjau ulang. Karena dengan adanya aturan baru ini, maka hanya pengembang dengan modal yang benar-benar besar yang bisa memenuhi suplai rumah masyarakat. (dna/smu)