Ke Depan, Semarang Tak Hanya Setara

208
MENGGALI IDE: Hendrar Prihadi (tengah) saat menghadiri acara diskusi bertajuk ‘Mencari Pemimpin yang Pas Untuk Kota Semarang’ kemarin. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGGALI IDE: Hendrar Prihadi (tengah) saat menghadiri acara diskusi bertajuk ‘Mencari Pemimpin yang Pas Untuk Kota Semarang’ kemarin. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Lima tahun ke depan, Kota Semarang tidak hanya setara seperti slogan sebelumnya. Calon Wali Kota Semarang incumbent Hendrar Prihadi menandaskan, bahwa lima tahun ke depan Kota Lunpia ini harus menjadi kota hebat. Hal tersebut dikemukakannya kemarin saat menyempatkan menghadiri acara diskusi bertajuk ‘Mencari Pemimpin yang Pas Untuk Kota Semarang’ di Hotel Quest Semarang.

Acara yang digelar sebuah stasiun radio swasta di Semarang ini, selain menghadirkan Hendi sebagai narasumber, juga mengundang Budi Maryono (Budayawan Kota Semarang) dan Turtiyantoro (Pengamat Politik Undip Semarang).

Dalam paparannya, Hendi mengatakan bahwa ada baiknya wali kota nanti adalah orang Semarang asli yang tentu lebih mencintai kota Semarang. Kemudian saat melaksanakan pembangunan harus paham regulasi, sehingga tidak main tabrak aturan yang mengakibatkan terkena kasus hukum.

“Misalnya untuk mempercepat birokrasi, kami membuat perizinan satu pintu namanya BPPT (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu). Tetapi kenyataannya regulasi pemerintah pusat masih mengharuskan ada yang harus diurus di masing-masing dinas. Maka tentu saja ini butuh komunikasi dengan pemerintah pusat,” jelasnya.

Hendi memberi contoh hasil pembangunan yang nyata bagi Kota Semarang ke depan yang telah dikomunikasikannya dengan pemerintah pusat. “Bandara akan jadi 2017, jalan tol Semarang-Solo 2017, tol Pemalang-Semarang mulai direncanakan, wilayah kumuh di Tambak Lorok akan jadi Kampung Bahari dengan anggaran Rp 75 miliar, underpass Jatingaleh mulai dibangun satu bulan ke depan dengan anggaran Rp 110 milliar. Kalau sudah begini, maka 5 tahun ke depan tidak ada lagi Semarang Setara, karena yang ada Semarang Hebat,” tambahnya diikuti tepuk tangan audiens.

Menanggapi statemen Hendi tersebut, budayawan Budi Maryono menimpali, bahwa yang pasti masyarakat harus merasakan kehadiran wali kotanya dan merasakan hasil kerja pemimpinnya. Pendapat lain disampaikan oleh Turtiyantoro. Menurutnya, yang pasti masyarakat harus memilih wali kota yang kredibilitasnya terjaga, misalnya tidak korupsi, tidak membohongi, dan tidak memanipulasi. (smu/aro)