Divonis 2 Tahun, Marthika Sempat Bercanda

340

KRAPYAK – Pegawai Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Semarang Marthika Triana, 31, dijatuhi vonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang atas perkara kasus dugaan penipuan bermodus program tabungan koperasi DPR RI, Senin (10/8).

Dari sidang hingga akhir Marthika terlihat tenang menghadapi vonis tersebut, bahkan sebelum dimulainya sidang ia dan penasihat hukumnya asyik bercanda di kursi sidang yang ditempati terdakwa, tawa lepas juga terlihat dari keduanya. Raut wajah menangis tidak tampak sedikit pun.

Majelis hakim yang dipimpin, Siti Jamzanah menyatakan terdakwa Marthika Triana terbukti bersalah melanggar pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Majelis hakim pun menjatuhkan vonis selama 2 tahun penjara kepada Marthika. ”Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Menjatuhkan kepada terdakwa pidana penjara selama 2 tahun,” kata hakim Siti Jamzanah, dalam amar putusannya.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyebutkan tidak menemukan alasan pemaaf maupun pembenar dan telah terbukti merugikan sebanyak 40 orang korban yang menabung. Dari total uang tabungan yang disetorkan, Marthika telah menggelapkan dana sebanyak Rp 1,124 miliar.

Vonis 2 tahun penjara ini sebenarnya lebih rendah dari tuntutan yang disampaikan JPU Kejari Semarang. Pada sidang tuntutan, Triana dituntut pidana penjara selama 3 tahun.

Hakim Siti Zamzamah usai membacakan vonis mengatakan kepada terdakwa, vonis terdakwa sudah dikurangi sesuai permintaan Marthika, tapi tidak menutup kemungkinan hukumannya bisa saja lebih lama kalau melakukan banding. ”Bagaiaman apakah menerima putusan, nanti tinggal tanda tangan, atau banding, atau pikir-pikir,” kata hakim Siti kepada terdakwa Marthika.

Marthika langsung berkoodinasi dengan penasihat hukumnya, Nico Pamenang. Ia langsung menyatakan pikir-pikir, diikuti oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Semarang, Danang Suro Kusumo. ”Saya pikir-pikir yang mulia, kata Marthika.

Seperti diketahui, terdakwa Marthika Triana, warga Bendan Dhuwur, Gajahmungkur, Semarang ini telah menilap uang setoran tabungan milik 40 orang korban senilai Rp 1,124 miliar bermodus program tabungan koperasi DPR RI.

Para korban terdiri atas berbagai macam profesi, seperti rekan terdakwa sendiri di BPPT Kota Semarang, Satpol PP Kota Semarang, pengusaha katering, dan ibu rumah tangga.

Para korban tertarik dengan program tabungan yang dijalankan terdakwa Triana karena mendapat bunga tinggi. Dicontohkan, uang Rp 500 ribu setelah satu bulan bisa jadi Rp 800 ribu, dan Rp 5 juta jadi Rp 8 juta.

Hingga akhirnya pada Oktober 2014, korban menyetorkan dana ke terdakwa Rp 3 juta. Hasilnya positif karena tabungannya jadi Rp 4,8 juta. Akan tetapi, belakangan program tersebut bermasalah. (jks/zal/ce1)