TUGAS BERAT: Dari kiri, Hesti Lilianti, Imam Sapto Gunawan, dan Masrohan Bahri saat dilantik sebagai direksi PDAB Tirta Utama periode 2015-2019 oleh Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUGAS BERAT: Dari kiri, Hesti Lilianti, Imam Sapto Gunawan, dan Masrohan Bahri saat dilantik sebagai direksi PDAB Tirta Utama periode 2015-2019 oleh Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Jajaran Direksi Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Tirta Utama periode 2015-2019 akhirnya resmi dilantik oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Senin (10/8). Proses seleksi yang sebelumnya sempat mendapat sorotan tajam dari kalangan DPRD Jateng karena dinilai tidak transparan itu akhirnya memutuskan sebagai Direktur Utama Hesti Lilianti, Direktur Teknik Masrohan Bahri, serta Direktur Umum dan Keuangan Imam Sapto Gunawan.

Dalam sambutannya, Heru Sudjatmoko meminta kepengurusan yang baru untuk berani memasang target tinggi sebagai bagian dari peningkatan kinerja perusahaan dan tidak hanya sekadar melanjutkan tugas dari direksi sebelumnya. Oleh karena itu, segala inovasi, kreasi dan berani mengambil risiko sangat diperlukan untuk meningkatkan kemajuan perusahaan. ”Direksi yang baru harus berani tancap gas pol untuk mengejar target. Baik pada target pendapatan aset, realisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah), target biaya, laba bersih, hingga deviden,” ujarnya.

Heru menambahkan, semua target pada tahun 2014 sebenarnya telah mencapai 100 persen lebih. Seperti realisasi laba bersih yang tercatat Rp 3,9 miliar atau 126,05 persen dari target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). Akan tetapi, realisasi laba bersih PDAB Jateng untuk semester pertama 2015 tercatat hanya Rp2,5 miliar atau 40,9 persen dari target RKAP sebesar Rp 6,2 miliar. ”Segera identifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi perusahaan, terutama yang berkaitan dengan kebocoran air,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PDAB Jateng Hesti Lilianti ditemui usai pelantikan mengaku akan berupaya seoptimal mungkin untuk menjalankan tugas sesuai dengan instruksi gubernur dan wakil gubernur. Ia juga tidak lupa meminta dukungan dari berbagai pihak untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya. ”Terkait upaya untuk mengatasi kebocoran air, kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu di lapangan. Setelah itu, baru kemudian dilakukan pembenahan di antaranya melalui pemasangan meteran induk di beberapa titik,” kata mantan Direktur PDAM Kabupaten Purworejo itu.

Terpisah, anggota Komisi C DPRD Jateng Mohammad Ridwan meminta jajaran direksi PDAB yang baru untuk segera membenahi tingkat kebocoran yang mencapai 21 persen. Menurutnya, akibat kebocoran itu telah merugikan pendapatan daerah hingga miliaran rupiah. Ditambahkan Ridwan, target pendapatan PDAB pada semester pertama sebesar Rp 6,5 miliiar atau 38,8 persen. Hal itulah yang semestinya digenjot agar selanjutnya tidak ada target yang meleset. ”Tiap pergantian kepengurusan pasti mengalami penurunan pendapatan. Jadi periode ini jangan ada alasan lagi karena kurang berkesinambungan,” tandas politisi PDIP itu. (fai/zal/ce1)