UPACARA ISTIMEWA : Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad dan Wakil Wali Kota, Alf Arslan Junaid dilepas para pejabat saat mengakhiri masa jabatannya pada Senin (10/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UPACARA ISTIMEWA : Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad dan Wakil Wali Kota, Alf Arslan Junaid dilepas para pejabat saat mengakhiri masa jabatannya pada Senin (10/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad dan Wakil Wali Kota, Alf Arslan Junaid resmi mengakhiri masa jabatannya pada Senin (10/9) kemarin. Kedua pimpinan tersebut dilepas dengan menggelar apel istimewa, dengan mendatangkan ratusan pejabat dari seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.

Basyir mengungkapkan banyak terimakasih kepada seluruh warga Kota Pekalongan dan pegawai di lingkungan Pemkot yang sudah membantunya selama ini. “Terimakasih kepada semua aparat yang telah mendukung kami selama ini. Juga terimakasih kepada Mas Alex yang selama menjalankan roda pemerintahan tidak pernah terjadi perselisihan,” ucap Basyir.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada anggota DPRD Kota Pekalongan. Pasalnya, atas pertolongan dan ridho Allah SWT dan dukungan DPRD, Kota Pekalongan bisa mendapatkan banyak penghargaan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Pekalongan, Dwi Arie Putranto yang resmi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pekalongan mengungkapkan bahwa selama Kota Pekalongan dipimpin Basyir Ahmad dan Alex-sapaan akrab Alf Arslan Djunaid, bisa melejit menjadi daerah berprestasi dari level nasional hingga internasional.

“Berkat kepemimpinan mereka berdua, Kota Pekalongan bisa moncer. Kami mengucapan terimakasih atas kepemimpinan dan dedikasi Pak Basyir dan Pak Alex selama ini dan selamat jalan,” tuturnya pasca apel istimewa.

Dilanjutkan Dwi Arie, setelah resmi berakhir 9 Agustus, kepala pemerintahan Pekalongan memang ditunjuk Plt. Dan dirinya telah resmi ditunjuk Gubernur untuk menjadi Plt Wali Kota Pekalongan.

“Sebagai Plt, saya hanya menjalankan tugas harian wali kota saja. Tidak memberikan kebijakan baru, sampai Pejabat Wali Kota Pekalongan dilantik Gubernur Jateng ada,” ucapnya.

Tugas pertamanya, cukup istimewa. Yakni, harus menerima penghargaan Kota Layak Anak di Istana Bogor. “Besok (hari ini Selasa 11/8, red) saya hendak mewakili Kota Pekalongan untuk menerima penghargaan Kota Layak Anak dari Presiden. Ini tentu menjadi kebanggan Pemkot dan warga Pekalongan,” tandasnya. (han/ida)