UNIK: Kades Kalirejo Agus Heryanto (depan) melantik perangkat desa di pemakaman desa setempat kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)
UNIK: Kades Kalirejo Agus Heryanto (depan) melantik perangkat desa di pemakaman desa setempat kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Pelantikan 12 perangkat Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, sengaja dilakukan di pemakaman desa setempat. Tujuannya, mengingat kematian. Dengan begitu, dalam bertugas diharapkan selalu ingat mati, sehingga bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

SRI PUJIWATI, Kudus

SEBUAH spanduk besar terlihat jelas di pintu masuk makam. Kursi-kursi juga tersusun rapi di pemakaman tersebut. Di deretan paling depan, ada 12 orang berdiri. Memakai jas dan peci hitam.

Mereka terlihat baris rapi dengan sikap tegap sampil tangan dikepalkan. Di depan mereka ada seseorang yang juga berdiri. Dialah Kades Kalirejo Agus Heryanto. Lelaki ini sedang menjalankan prosesi pelantikan. Dia melantik perangkat desanya di tempat yang unik, pemakaman.

Pelantikan tersebut dimulai pukul 09.30. Di awali pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sejumlah warga yang lewat di jalan dekat tempat pelantikan dikagetkan dengan kegiatan itu. Warga pun ada yang sengaja berhenti dan melihat prosesi itu hingga selesai.

Melantik perangkat desa di makam ini sengaja digagas Kades Agus Heryanto. Dia mengaku, mengadakan pelantikan perangkat desa di samping makam karena Iqro`. Arti dari kata Iqro` adalah membaca.

Kades ingin, perangkat desa yang dilantik menggunakan kemampuan membaca pikiran mereka. Membaca situasi tempat pelantikan. Selalu ingat dengan kematian. ”Jika ingat mati, akan ingat dengan sumpah jabatan, sehingga bisa bekerja dengan sebaik-baiknya,” kata Kades Agus Heryanto.

Dia menjelaskan, selain di makam, di sebelah kanan lokasi pelantikan ada Bendungan Wilalung. Bendungan ini menampung air ketika hujan. Air mempunyai sifat rendah diri. Mengalir dari atas ke bawah.

”Perangkat desa haruslah mempunyai jiwa yang rendah hati dan suka berbaur dengan masyarakat,” terangnya.

Air juga merupakan sesuatu yang sangat berguna bagi manusia. Harapannya, perangkat desa juga berguna untuk masyarakat di desa. ”Tujuan inti dari kegiatan ini, untuk meningkatkan kinerja perangkat desa. Selama ini kinerja sudah bagus, tetapi harus ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Dia menambahkan, sebelumnya pelantikan akan dilakukan di tengah-tengah makam. Namun, berhubung psikologi peserta ada yang tidak berkenan, maka dilakukan di pinggir makam. Di sebelah batu nisan.

Menurut Camat Undaan Catur Widiyanto, pelantikan dan pengukuhan perangkat desa ini, yang paling unik di Undaan. Bahkan di Kabupaten Kudus.

”Sebagai makhluk Tuhan, harus ingat dengan kematian. Jika sudah ingat dengan kematian, maka berlomba-lomba melakukan kebaikan. Salah satunya menjalankan tugas negara dengan sebaik-baiknya. Serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan maksimal,” terangnya.

Catur menambahkan, perangkat desa adalah tokoh yang disakralkan masyarakat desa. Harus mempunyai jiwa rendah hati. ”Bisa dilihat sendiri, Bendungan Wilalung yang saat ini sudah kering kerontang. Jika kekeringan seperti ini, perangkat desa juga turut menjemput bola ke masyarakat yang membutuhkan air. Dengan cara memberikan bantuan air bersih,” harapnya.

Perangkat desa yang dilantik ada 12 orang. Keputusan ini sudah ditetapkan pada 5 Agustus lalu. Mereka bertugas dari kepala urusan (kaur) keuangan, hingga staf seksi kesejahteraan rakyat. ”Sebelum memangku jabatan, perangkat desa diambil sumpahnya. Salah satu bunyi sumpahnya adalah demi Alloh saya bersumpah. Nah, semoga Demi Alloh itu tidak menjadi Insya Allah,” tegasnya. (*/lil/jpnn/fth)