DIDAMPINGI MAMA: Michael Noa yang tampil dengan busana tokoh Gatotkaca. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIDAMPINGI MAMA: Michael Noa yang tampil dengan busana tokoh Gatotkaca. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Costum Player (cosplay) identik dengan dandanan ala tokoh kartun dari Jepang. Tapi, cosplay yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Minggu (9/8) kemarin cukup beda. Gelaran Wayang Cosplay Bocah ini dikemas dengan dandanan ala tokoh pewayangan Jawa yang dilakoni oleh anak-anak seumuran 2-3 tahun. Seperti apa?

AJIE MH

UNIK, lucu, sekaligus nyentrik. Seperti yang terlihat ketika Michael Noa Paristya. Bocah dua tahun ini langsung menangis ketika ibunya menyematkan topi Gatotkaca sesaat sebelum pentas dimulai.

Ketika naik ke atas panggung, Gatotkaca ini berjalan biasa. Mungkin memang belum begitu mengerti bagaimana gambaran cara berjalan lakon bersosok tinggi gagah ini. Bahkan ketika ditanya pembawa acara, alasan mengapa menjadi Gatotkaca, Noa hanya menjawab singkat. ”Gatotkaca biar bisa terbang,” ujarnya.

Belum lagi Gregorius Alvin. Bocah dua tahun yang berdandan meniru Semar ini terbilang mirip. Sosoknya yang gempal dengan dengan bedak putih yang tebal di muka ini membuat siapa saja tahu kalau dia adalah sosok pentolan Punakawan. ”Sebenarnya malu om, tapi lama-lama asyik juga,” ucapnya.

Panitia acara Arif Setyawan menuturkan, gelaran ini merupakan wujud nguri-uri budaya Jawa yang harus dikenalkan kepada anak sedini mungkin. Bahkan, mungkin para orang tua yang mengantarkan pun juga harus disentil agar mau mengajarkan budaya kepada anak-anak mereka.

”Budaya harus dikenalkan sejak dini agar bisa terus terpatri. Selain itu, kami juga bermaksud mengajak masing-masing orang tua peserta agar terus mengenalkan budaya Jawa kepada anaknya,” ucapnya.

Festival yang dikemas dalam bentuk lomba ini, kata Arif, sebenarnya diikuti 20 anak dari beberapa PAUD (pendidikan anak usia dini) di Kota Semarang. ”Tapi kemarin sudah diseleksi menjadi enam peserta untuk ditampilkan di sini. Semuanya merupakan juara 1-3 dan harapan 1-3,” pungkasnya. (*/aro/ce1)