Minta Ulama Perangi Radikalisme

160
BERI KETERANGAN : Wapres Jusuf Kalla saat memberikan keterangan disela menghadiri puncak acara ulang tahun Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI)  Assalam ke 33 kemarin. (JPNN)
BERI KETERANGAN : Wapres Jusuf Kalla saat memberikan keterangan disela menghadiri puncak acara ulang tahun Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalam ke 33 kemarin. (JPNN)

SUKOHARJO – Wakil presiden Jusuf Kalla (JK) bersama istrinya menghadiri puncak acara ulang tahun Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalam ke 33 Sabtu (8/8). Dalam kesempatan itu, JK meminta agar PPMI Assalam bergerak melawan gerakan radikal. Selain itu, santri dan alumni PPMI Assalam diminta siap mengikuti perkembangan zaman, baik perkembangan ilmu pengetahuan maupun perkembangan agama. ”Ilmu pengetahuan berkembang cepat. Demikian agama mengikuti jamannya. Sedangkan Islam radikal itu ingin mengembalikan islam pada masa lalu,” kata Jusuf Kalla pada peserta yang hadir, kemarin. Acara yang diselenggarakan di Auditorium pesantren tersebut dihadiri lebih dari 1.000 orang baik warga assalam maupun tamu undangan.

JK juga menghimbau agar Ustad dan ulama ikut berperan aktif mencegah faham radikal. ”Agama dan ilmu itu dinamis, saya harapkan dari santri dan alumni termasuk para ustadnya mencegah paham radikal,” imbuhnya.

Terkait perkembangan agama, dia mencontohkan kalau dahulu ke Mekah memotret sesuatu yang haram, sekarang tidak haram lagi. Hal tersebut lantaran banyaknya pemilik kamera. Itu menunjukkan Agama juga terus berkembang. JK tidak lupa mengucapkan selamat atas usia PPMI Assalam yang sudah memasuki usia 33 tahun. Dia yakin Assalam akan semakin berkembang dan semakin baik.

Ketua panitia Arkanudin Budiyanto mengatakan, kegiatan ini mengambil tema mengokohkan PPMI Assalam sebagai pesantren yang rahmatan lil alamin. ”Assalam ingin memerankan diri sebagai yang membawa rahmat bagi alam semesta serta menginspirasi tokoh pesantren dan praktisi pendidikan melalui buku Assalam Beningnya Mata Air Islam,” kata Arkanudin.

Dalam acara tersebut, selain meresmikan gedung baru dan pameran ekonomi Islam, Assalam juga meluncurkan buku. Buku tersebut menceritakan perjuangan berdirinya PPMI Assalam. Dalam buku tersebut juga terdapat nilai-nilai positif yang menjadi pelajaran hidup. Buku tersebut ditulis oleh Alberthiene Endah setebal 514 halaman. Buku ini termasuk dalam kategori buku sejarah.

Sedangkan gedung baru, akan diberi nama Assalam Center. Gedung tersebut dapat difungsikan sebagai tempat olahraga indor. Selain itu juga ada laboratorium dan ruang kantor. Wakil Presiden sendiri yang meresmikan dan menandatangani di Prasasti gedung trersebut. (din/jpnn/fth)