Gembong Jambret Takluk di Depan PK

300
DIKELER : Gembong jambret 27 kali yang biasa dipanggil Bodong dimintai pertanggungjawabannya oleh petugas Polrestabes Semarang, kemarin. ] (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKELER : Gembong jambret 27 kali yang biasa dipanggil Bodong dimintai pertanggungjawabannya oleh petugas Polrestabes Semarang, kemarin. ] (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BARUSARI-Gembong jambret yang sudah beraksi sebanyak 27 kali, harus takluk di hadapan seorang cewek pemandu karaoke (PK). Adalah Imam Solikhin, 28, alias Bodong, warga kampung Bukitrejo, Tandang, Tembalang, Kota Semarang.

Melihat cewek seksi naik motor yang melintas di Jalan Sriwijaya tersebut, Bodong bersama temannya, Anton alias Bol, tak sabar untuk segera mengeksekusi. Ia langsung bergegas tancap gas untuk merampas tas milik wanita tersebut. Belakangan diketahui, tas tersebut berisi celana pendek milik sang pemandu karaoke.

Bodong bersama temannya malah terjatuh saat menyerobot tas milik korban. Ia terkapar, kepalanya berdarah membentur Aspal. Saat itu juga, teman lelaki yang memboncengkan cewek PK, memukulnya menggunakan helm mengenai kepala. “Saya hendak bangun tidak bisa. Setelah itu, saya dipukuli massa. Sedangkan Anton berhasil kabur,” ujar Bodong di Mapolrestabes Semarang, kemarin.

Akibatnya, Bodong babak belur sebelum akhirnya digelandang ke Mapolrestabes Semarang. Dalam aksi penjambretan yang dilakukan pada Rabu (06/08) dini hari tersebut, Bodong mengaku berperan sebagai joki dengan mengendarai Yamaha Vixion. Sedangkan Anton membonceng sekaligus eksekutor. “Wanita itu diboncengkan oleh teman lelakinya. Saat tas diserobot, korban ternyata mempertahankan tasnya. Kami oleng dan terjatuh,” ujarnya.

Bodong mengaku telah beraksi sebanyak 27 kali di tempat terpisah di Kota Semarang. Setiap kali beraksi selalu berpasangan bersama Anton. “Kami memang memilih waktu beraksi pada malam hari. Biasanya korbannya cewek yang baru perjalanan pulang kerja. Paling sering beraksi di daerah Tembalang, hingga daerah Tanah Putih,” ujar pria yang pernah bekerja sebagai buruh mebel di Jakarta itu.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan, tersangka telah melakukan penjambretan sebanyak 27 kali. Sehingga sangat berbahaya. Saat ini, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan untuk menangkap tersangka lain yang masih buron.

“Masyarakat perlu waspada. Lebih baik menghindari daerah yang gelap dan sepi,” katanya. Saat ini tersangka telah mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Ia dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan. (amu/ida)