Cemburu, Wagimin Dibacok Celurit

166

GROBOGAN – Nahas dialami Wagimin, 51 warga Dusun Mrayun, RT 2 RW 2 Desa Termas, Kecamatan Karangrayung. Ia dibacaok Khoerun, 52, Dusun Dorolegi, RT 2 RW 3 Kecamatan Godong saat sedang sibuk kerja bhakti di Bungkel, Desa Krasak, Kecamatan Mojoagung Demak. Kuat dugaan, aksi nekat ini dipicu karena kecemburuan.

Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00. Awalnya korban sedang sibuk kerja bhakti bongkar rumah bersama dengan warga lain. Tidak selang berapa lama, pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor sambil membawa sebuah celurit. Pelaku berteriak sambil mencari korban yang sedang kerja bhakti dengan memanggil nama korban.

Melihat kondisi itu, sejumlah warga berusaha mencoba untuk menghalangi pelaku. Tapi, karena pelaku membawa senjata tajam warga akhirnya memilih mundur. Melihat pelaku membawa sajam, korban sempat lari tapi pelaku terus mengejar. Begitu terkejar, dengan beringas pelaku langsung menyabetkan sajam kearah korban. Korban yang berusaha menangkis dengan tanganya akhirnya terkena sabetan celurit hingga empat jari nyaris putus.

Tidak puas, pelaku sempat membacok leher korban dan menyebabkan korban mengalami luka bacok sepanjang 10 centimeter dan sedalam 0,5 centimeter. Selain itu, perut sebelah kiri sobek panjang 5 centimeter dan dalam luka 0,5 centimeter. Sedangkan jari kelingking tangan kiri putus.

Usai membacok korban, pelaku langsung kabur dengan membawa sepeda motor. Sementara korban dilarikan ke RS Yakkum Purwodadi. Wagimin, mengaku tidak memiliki masalah dengan pelaku. Sebab, sebelumnya tidak mengenal pelaku dan tidak pernah bertemu. ”Saya tidak punya musuh, pelaku pun saya tidak kenal. Mungkin ini karena faktor cemburu,” katanya.

Ia menduga pelaku kemungkinan cemburu karena istrinya pernah ditolong dan diantarkan ke rumah. “Saya mengenal Sri waktu kerja panen padi di sawah dan Sri mencari padi bekas jerami. Dulu pernah saya tolong karena motornya rusak dan saya antarkan pulang,” tambahnya.

Sebelum kejadian, ia mengaku sempat mendapat ancaman melalui SMS akan dibunuh jika masih berani datang ke rumah istri pelaku. Padahal ia mengaku tidak mengetahui jika Sri masih mempunyai suami, karena sudah satu tahun pisah ranjang. ”Saya minta pelaku bisa ditangkap dan dihukum dengan hukuman setimpal. Saya tidak salah apa-apa kok dibacok,” tambahnya. (mun/jpnn/fth)