BERPRESTASI : PSM Gita Dian Nuswa berhasil menyabet medali emas dalam ajang bergengsi tingkat internasional di Bali, beberapa waktu lalu. (DOK PSM GITA DIAN NUSWA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERPRESTASI : PSM Gita Dian Nuswa berhasil menyabet medali emas dalam ajang bergengsi tingkat internasional di Bali, beberapa waktu lalu. (DOK PSM GITA DIAN NUSWA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Setelah hanya berhasil meraih medali perak pada festival paduan suara internasional tahun lalu, group vokal yang berisi mahasiswa Udinus ini berhasil membuktikan kemampuan terbaiknya pada ajang yang sama tahun ini. Seperti apa?
EKO WAHYU BUDIYANTO

MESKI setiap kampus memiliki group paduan suara, namun tidak banyak group paduan suara yang mampu berbicara banyak di ajang internasional. Hal tersebut berlaku bagi group paduan suara yang berisi mahasiswa Universitas Dianuswantoro (Udinus) ini.

Setelah sukses meraih medali perak pada Bali International Choir Festival (BICF) 2014 lalu, baru-baru ini Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Gita Dian Nuswa milik Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berhasil menyabet medali emas pada ajang yang sama.

Pengalaman di kejuaraan serupa memberikan pelajaran bagi para personel Gita Dian Nuswa untuk berlatih lebih giat sehingga bisa meraih hasil yang lebih baik dari tahun lalu. Ketika disambangi Jawa Pos Radar Semarang di kampus, group vocal ini membeberkan jerih payahnya hingga mampu meraih medali emas di ajang bergengsi tingkat internasional tersebut.

Dalam festival yang diselenggarakan di Denpasar pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2015 itu, Gita Dian Nuswa yang masuk dalam kategori folklore berhasil menyisihkan 15 peserta lainnya dari berbagai negara, di antaranya adalah Filipina dan Malaysia.

Selain itu, paduan suara yang berjumlah laki-laki 14 dan perempuan 22 tersebut merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Udinus. Pada kejuaraan tersebut, membawakan dua buah lagu daerah yakni Karaben Sape dan Ugo-ugo.

Ketua PSM Gita Dian Nuswa, Atika Mutiarachim mengatakan bahwa kualitas yang dimiliki oleh masing-masing peserta sangatlah bagus. Meski begitu, segala jerih payah yang dilakukan oleh group vokal ini tetaplah berbuah manis.

“Meskipun dari segi vokal, hampir semua peserta memiliki kualitas yang sepadan, namun penghayatan dari lagu yang dibawakan menjadi nilai lebih bagi peserta. Hal inilah yang menjadi kunci kemenangan Gita Dian Nuswa dalam meraih emas,” jelas Atika, kemarin.

Perolehan berupa medali emas pada BICF 2015 ini merupakan hasil dari latihan 36 personel selama kurang lebih 5 bulan sejak Maret hingga Juli 2015 lalu. Tidak hanya itu, untuk mematangkan performa saat mengikuti ajang bergengsi internasional di pulau dewata tersebut, Gita Dian Nuswa juga sempat menyelenggarakan konser pre competition.

“Berbekal pengalaman dan prestasi yang diraih di BICF selama dua kali keikutsertaan, Gita Dian Nuswa berencana mengadakan lomba paduan suara guna lebih mengenalkan PSM milik Udinus ke dunia luar. Target tahun depan ingin mengadakan lomba sekaligus mempromosikan Gita Dian Nuswa dan Udinus,” tuturnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing PSM Gita Dian Nuswa, Bambang Minarso mengatakan, penggemblengan dan pencarian bakat sebelumnya telah dilakukan oleh pihak kampus. Melalui beberapa event musikal yang kerap diselenggarakan di kampus, perlahan-lahan ia menyeleksi satu persatu personel secara diam-diam melalui pengamatan.

“Kami memang selalu mendorong mahasiswa untuk berprestasi dalam setiap kejuaraan. Hal ini bertujuan agar tingkat percaya diri makin bertambah pada kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” tandas Bambang.
Kendala juga pernah dirasakan saat memadukan karakter vocal dari masing-masing anggota PSM. Namun, karena kecermatan dan keseriusan, katanya, hal tersebut dapat dilaluinya dengan mudah.

“Bahkan beberapa mahasiswa dulu pernah ada yang ingin mundur. Namun setelah kami berikan motivasi, semangat itu muncul lagi. Pada dasarnya mereka (personel PSM) itu pada suka bernyanyi. Sehingga saat disatukan suaranya, memiliki karakteristik sendiri-sendiri dan kelihatan bagus sekali,” katanya.

Pretasi tersebut, lanjutnya, patut untuk diberikan apresiasi kepada tim paduan suara tersebut. “Torehan prestasi terus dicetak oleh tim paduan dengan luar biasa. Kami berharap bisa disusul dengan tim-tim yang lain dalam kejuaraan yang berbeda,” ujarnya. (*/ida)