TERENDAM : Seorang ibu berusaha mengantarkan anaknya ke sekolah dengan sekuat tenaga mengayuh sepeda di jalanan yang terendam banjir rob yang bercampur air hujan, Kamis (6/8) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERENDAM : Seorang ibu berusaha mengantarkan anaknya ke sekolah dengan sekuat tenaga mengayuh sepeda di jalanan yang terendam banjir rob yang bercampur air hujan, Kamis (6/8) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Lantaran diguyur hujan selama 3 jam pada Kamis (6/8) dini hari kemarin, ratusan rumah Kelurahan Tirto, Pabena dan Pasir Sari, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, terendam banjir. Akibat kejadian tersebut, sangat menyulitkan warga beraktivitas di pagi harinya. Terutama yang hendak bekerja dan berangkat sekolah.

Sebagaimana yang dirasakan Nur, ibu muda yang akan mengantar anaknya ke sekolah. “Anak saya sempat takut, baju juga harus diangkat ke tempat yang lebih tinggi. Perjalanan dengan sepeda angin juga bertambah berat,” ucapnya saat melintas jalanan penuh air.

Winoto Jamin, warga setempat mengungkapkan bahwa hujan selama 3 jam tersebut telah menyebabkan Sungai Bremi meluap ke perkampungan warga. Banjir pun melanda perkampungan dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter hingga 1 meter. “Saat Subuh, banjirnya setinggi 1 meteran. Ini sudah agak menyusut,” kata Winoto sambil membersihkan rumahnya dari air banjir.

Sedangkan warga lainnya, Triyono mengungkapkan bahwa banjir memang kerap melanda perkampungannya, walau saat ini masuk musim kemarau. Itu lantaran luapan Sungai Bremi yang sudah mulai dangkal.
“Sungai yang melewati daerah sini, semakin dangkal. Selain banyak sampah dan lumpur, juga banyak enceng gondok,” tutur warga yang tinggal pas di sebelah Sungai Bremi ini.

Karena itulah, warga berharap Pemkot Pekalongan segera melakukan normalisasi sungai yang berada di kampung tersebut, agar banjir tidak melanda lagi. Apalagi banjir tidak hanya melanda ratusan rumah di Kelurahan Tirto, tapi juga ratusan rumah di Pabean dan Pasirsari yang juga dilintasi Sungai Bremi.

Sementara itu, Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan, Hengky saat dikonfirmasi menyatakan bahwa penyebab banjir tersebut dikarenakan drainase yang buruk. “Di daerah tersebut drainasenya buruk. Banyak saluran air yang tidak berfungsi dengan semestinya. Diperparah dengan adanya rob yang sudah merambah daerah tersebut, terutama saat air laut pasang cukup tinggi.

“Dari pantuan kami, hujan terjadi sejak pukul 21.00 hingga pukul 01.00 dini hari. Setelah hujan tersebut, langsung terjadi banjir hingga 1 meter,” jelasnya.

Banjir langsung menggenangi 9 kelurahan di Kota Pekalongan, terutama di Pekalongan Barat dan Pekalongan Utara. Namun menjelang pukul 08.00 pagi, sebagaian sudah susut. Diperkirakan beberapa hari ke depan, hal yang sama tidak terjadi lagi, jika saluran air sudah lancar. “Saya yakin, masyarakat sendiri akan segera membersihkan saluran air yang mampet,” jelasnya.

Selain itu, khusus di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Tirto, Pabean dan Pasirsari yang dilewati Sungai Bremi memang terkendala luapan rob. “Saat ini sedang terjadi air laut pasang. Air limpahan dari Sungai Bremi tidak bisa lewat, tidak bisa mengalir, karena air laut masuk sampai ke Kelurahan Tirto,” tandasnya. (han/ida)