API UNGGUN : Kegiatan api unggun menjadikan kegiatan Jamda lebih semarak dan semua peserta berkumpul melingkar di lapangan terbuka di Bumi Perkemahan Candra Birawa. (DOK KWARDA JATENG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
API UNGGUN : Kegiatan api unggun menjadikan kegiatan Jamda lebih semarak dan semua peserta berkumpul melingkar di lapangan terbuka di Bumi Perkemahan Candra Birawa. (DOK KWARDA JATENG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

KARANGGENENG–Pada malam terakhir perkemahan Jambore Daerah (Jamda) XIV Tahun 2015, dijadikan sebagai moment yang tak akan pernah terlupakan bagi seluruh peserta. Di bawah temaram bintang dan terangnya nyala api unggun, dimeriahkan kembang api warna-warni bertebaran seolah memenuhi langit malam. Itu jadi penanda bahwa beragam warna dan beragam kreativitas Penggalang Pramuka, namun tetap dalam satu lingkaran persaudaraan.

Ketua Panitia Jamda, Kartono mengatakan bahwa dengan Jamda XIV tahun 2015 ini, diharapkan akan muncul bibit Penggalang Pramuka yang unggul dan mandiri di tengah berbagai tuntutan zaman dan pesatnya pergaulan masa kini. “Apa yang diperoleh dalam kegiatan ini, dapat diimplementasikan dengan baik kepada teman teman penggalang di seluruh pangkalan yang ada, sehingga akan tercipta Penggalang Pramuka yang tangguh,” katanya, Kamis (6/8) kemarin.

Lebih jauh dia menjelaskan, tujuan utama Jambore bukanlah mencari pemenang ataupun juara. Namun menjalin persaudaraan yang erat sehingga tercipta satu langkah yang sama dan gerak langkah yang padu untuk membangun pramuka yang handal.

“Jangan jadikan Jamda ini sebagai kompetisi. Jadikan Jamda sebagai ajang berkumpul dan bersilaturahmi, mengasah kepekaan, mengasah kemampuan dalam kepramukaan, serta mengasah rasa persaudaraan,” kata Kartono.

Dalam moment api unggun tersebut juga dipertontonkan galeri foto kegiatan Jamdan XIV dan video unik kegiatan. Selain itu, juga dipersembahkan tari dan hiburan atraktif dari perwakilan peserta, serta pemberian vandel kejuaraan untuk masing-masing bidang seperti poster pramuli, story telling, pionering dan penjelajahan.

Sementara itu, Kabid Kegiatan Jamda 2015, Aditya Wisaksono mengatakan, peserta saat melihat video unik tersebut diharapkan selalu mengenang setiap moment kegiatan yang dilakukan dalam Jamda.

“Selain itu, foto-foto kegiatan saat Jamda juga kita perlihatkan kepada semua peserta,” katanya.

Sebelumnya, dilakukan pemutaran film nasionalisme untuk menanamkan kepada generasi. Pemutaran Film dipusatkan di lapangan Camp Putra dengan menayangkan sejumlah film di antaranya Tanahku, Tanah Surga (Katanya) dan Keindahan Alam.

“Film Tanahku, Tanah Surga (Katanya) merupakan film nasionalisme untuk mengingatkan kita dan para generasi muda termasuk anggota Pramuka akan pentingnya cinta kepada tanah air kelahiran dimanapun dan bagaimanapun keadaannya,” tuturnya. (ewb/ida)