SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah menyatakan akan mengawasi secara ketat terhadap pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 yang berasal dari petahana (incumbent). Terlebih mereka yang hingga saat ini masih aktif memimpin daerah yang bersangkutan.

”Petahana kepala daerah yang masih menjabat menjadi perhatian Bawaslu, kami akan mengawasi secara ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan jabatan,” ungkap Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng (Jateng) Teguh Purnomo.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, potensi penyalahgunaan yang dilakukan kepala daerah yang masih aktif dan maju lagi dalam pilkada antara lain melakukan mobilisasi birokrasi pegawai negeri sipil (PNS) untuk mendukung dirinya. Selain itu, juga ada kemungkinan menggunakan fasilitas negara seperti mobil dinas, rumah dinas guna kepentingan kampanye. ”Bisa jadi mereka bahkan menggunakan uang negara dengan modus memberikan bantuan kepada masyarakat guna menarik simpati rakyat sehingga akan memilihnya pada pilkada mendatang,” imbuhnya.

Berdasarkan data Bawaslu Jateng, lanjut Teguh, sejumlah kepala daerah yang maju pilkada masih aktif di antaranya Bupati Blora Djoko Nugroho yang jabatannya baru berakhir pada 11 Agustus mendatang. Selain itu, ada juga nama Bupati Kendal Widya Kandi (23/8), Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (29/8), Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya (1/9) dan Bupati Semarang Mundjirin (28/9). ”Ada juga yang baru berakhir masa jabatannya pada 2016 yakni Bupati Pemalang Junaedi (24/1) dan Bupati Demak Moch Dachirin (3/3),” bebernya. (fai/ric/ce1)