Terjaring Razia, Siswa Tak Hafal Pancasila

305
MEMBOLOS: Empat dari lima pelajar yang terjaring razia petugas di salah satu warnet di Jalan Gajah Raya Semarang kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMBOLOS: Empat dari lima pelajar yang terjaring razia petugas di salah satu warnet di Jalan Gajah Raya Semarang kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GAYAMSARI – Sebanyak lima pelajar terjaring razia petugas Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Gayamsari. Mereka tepergok sedang asyik browsing di salah satu warung internet (warnet) di Jalan Gajah Raya Gayamsari saat jam pelajaran sekolah. Kelimanya langsung digelandang ke Mapolsek Gayamsari untuk dilakukan pembinaan. Ironisnya, saat diminta menghafal Pancasila dan menyanyikan lagu Hari Merdeka (17 Agustus 1945), ternyata siswa SMK dan MTs di Kota Semarang itu tak hafal.

Salah satu siswa, Febriansyah, mengaku, di warnet, ia asyik membuka Facebook. ”Saya cuma main Facebook kok malah ditangkap, Pak?” ujar Febriansyah saat digelandang ke Mapolsek Gayamsari, Kamis (6/8).

Razia kemarin dimulai sekitar pukul 11.00. Belasan petugas merazia sejumlah warnet dan game online di sepanjang Jalan Gajah Raya. Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto mengatakan, saat razia rutin itu, pihaknya mendapati sejumlah pelajar berseragam di salah satu warnet. Mereka diduga membolos saat jam pelajaran.

”Ada lima pelajar terpaksa kami mintai keterangan. Mereka membolos dan melakukan aktivitas di bilik internet saat jam pelajaran sekolah,” kata Dili.

Kelima pelajar tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Gayamsari untuk dilakukan pembinaan. Selain itu, mereka diminta menulis pernyataan dan diberikan hukuman ringan. ”Kami memberikan bimbingan dan pengarahan saja,” jelas Dili.

Setelah dimintai keterangan, kelima pelajar tersebut diminta berdiri dan menghafalkan naskah Pancasila dan menyanyikan lagu Hari Merdeka (17 Agustus 1945). Namun ternyata, kelima pelajar tersebut tidak hafal Pancasila dan lagu tersebut. Rata-rata mereka terbolak-balik saat diminta menyebutkan isi Pancasila. ”Pancasila, satu, Persatuan Indonesia,” kata Febriansyah dengan percaya diri.

Tentu saja, aksi pelajar tersebut justru memancing tawa para Polwan yang memintai keterangan. Febriansyah berupaya berkali-kali mengingat bunyi Pancasila. Namun ia tetap saja keliru. Akhirnya, dia menyerah. Begitu pun dua siswa kembar, yakni Hamzah bersaudara. Dua bersaudara itu rupanya kompak membolos bersama. Saat diminta menyanyikan lagu Hari Merdeka atau 17 Agustus 1945 juga tidak bisa. ”Saya nggak hafal Pak,” ujar Hamzah polos.

Menurut Dili Yanto, seharusnya para pelajar tersebut mengikuti proses belajar mengajar di ruang kelas, karena masih jam pelajaran. ”Mereka malah main game online dan Facebook di warnet. Ini bersifat memberi bimbingan saja. Mereka diminta menghafal Pancasila. Hasilnya, mereka memang tidak hafal. Baru sila kesatu saja sudah salah,” katanya prihatin.

Setelah dilakukan pendataan nama dan asal sekolahnya, kelima siswa tersebut diperbolehkan pulang. Dili Yanto mengaku telah bekerja sama dengan Babinkamtibmas untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah agar memanggil orang tua siswa yang bersangkutan. (amu/aro/ce1)