Suka Berburu Belalang, Pernah Juara Olimpiade Matematika

739
Letda Inf Angger Pandu Yudha, ST, Han (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Letda Inf Angger Pandu Yudha, ST, Han (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Letda Inf Angger Pandu Yudha, ST, Han belum lama lalu dinobatkan sebagai lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) Magelang. Siapa sangka, Angger adalah pemuda asal daerah terpencil yang semasa kecil suka berburu belalang.

ABDUL MUGHIS

ANGGER Pandu Yudha adalah pemuda lugu asal Dusun Watu Gilang, Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta.
Meski berasal dari desa, prestasi lulusan Akmil Magelang sungguh membanggakan. Ia meraih predikat cumlaude dengan indeks prestasi komulatif (IPK) 3,7.

Putra pasangan Iswandi dan Dwi Supriyanti ini menduduki ranking pertama dari 215 taruna Akmil. Selain itu, ia adalah satu dari empat perwira remaja (Praja) yang meraih penghargaan Adhi Makayasa yang disematkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), beberapa waktu lalu.

Setidaknya Angger mengikuti jejak sejumlah seniornya yang pernah menyandang sebagai lulusan Akmil terbaik sebelum akhirnya menjadi tokoh penting di Indonesia. Sebut saja, Jenderal TNI Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI ke-6, mantan Panglima TNI Jenderal TNI (purn) Moeldoko, dan mantan KASAD Jenderal TNI (purn) Budiman.

Meski menjadi lulusan terbaik, anak ketiga dari empat bersaudara ini tetap tak menyombongkan diri. ”Ini baru awal, saya memulai mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa,” kata pemuda kelahiran Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, 14 Mei 1993 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, belum lama ini.

Angger berangkat dari keluarga sederhana. Sebelum tinggal di Dusun Watu Gilang, Desa Mulusan, Paliyan, Gunungkidul, ia bersama kedua orang tuanya tinggal di Batanghari, Jambi. ”Saya lahir di Batanghari. Pindah ke Gunungkidul tahun 2006 silam,” ujarnya.

Ayahnya bekerja sebagai guru di SD Paliyan II. Sedangkan ibunya bekerja sebagai guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Playen, Gunungkidul.
Angger yang beranjak remaja melanjutkan sekolah di SMPN 1 Wonosari Gunungkidul. Prestasinya mulai terasah saat duduk di bangku kelas dua SMP.

Kemampuan Angger, teruji saat pihak sekolah memilih dia sebagai delegasi dalam perlombaan matematika dalam berbagai event. Dalam olimpiade matematika, Angger berhasil menyabet medali perunggu. Torehan prestasi inilah yang kemudian mengantarkan Angger memperoleh beasiswa dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) untuk menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang.

”Setelah lulus di SMA Taruna Nusantara, saya mendaftar di Akademi Militer dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Alhamdulillah dua-duanya diterima,” katanya.

Angger sendiri lebih memilih masuk Akmil sesuai dengan apa yang dicita-citakan ayahnya. Pemuda pendiam itu mengaku termotivasi sang ayah yang memang berharap putra tercintanya menjadi seorang anggota TNI. Keseriusan dan keuletan Angger diuji selama empat tahun menimba ilmu di Akmil.

Rupanya perjuangan keras yang dilakukan oleh Angger tidak sia-sia. Ia dinobatkan menjadi lulusan terbaik dan berhak meraih anugerah Adhi Makayasa. ”Saya tidak menyangka bisa memperoleh prestasi seperti ini,” ujarnya.

Ia sendiri mengaku hanya seorang pemuda yang berasal dari kampung. Semasa kecil, Angger memiliki hobi menangkap belalang di hutan bersama teman sepermainan. ”Dulu saya suka berburu mencari belalang, lalu digoreng untuk dimakan,” kata Angger mengenang masa kecilnya.

Bahkan hingga ia menjadi taruna Akmil, teman-temannya tak jarang bermain ke kampung tempat tinggalnya di Gunungkidul saat liburan. Daerah pegunungan tempat tinggalnya memang dikenal banyak belalang atau sering disebut walang liar di hutan dan bukit-bukit.

Ayah Angger, Iswandi, mengaku, tak bisa berkata apa-apa melihat prestasi gemilang yang ditorehkan putra tercintanya, kecuali menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan. Ia berharap, Angger tidak lantas menjadi sombong dengan apa yang dicapainya saat ini.

”Kami berharap agar Angger terus belajar menjadi manusia yang bermanfaat, bagi orang tua, agama, nusa dan bangsa,” harapnya. (*/aro/ce1)