KENDAL – Koperasi diharapkan bisa memiliki sumber daya manusia (SDM) yang bekualitas agar bisa menghadapi dan bersaing dalam Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) 2015. Kualitas SDM yang baik, diperlukukan agar Koperasi bisa bersaing dengan badan usaha yang bergerak dalam bidang yang sama yang berasal dari luar negeri.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kendal, Sutiyono mengatakan, koperasi harus mampu menjadi pilar perekonomian negara. “Keberadaan koperasi harus bisa membantu ekonomi ekonomi, selain itu juga harus bisa mengatasi permasalahan sosial dan keadilan dalam masyarakat,” katanya dalam perayaan Hari Koperasi Ke-68 yang mengusung tema ‘Peran Serta Koperasi Menyikapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Akhir Tahun 2015’, di Pendopo Kabupaten Kendal, kemarin.

Ia menambahkan, jika keberadaan koperasi bisa membantu perekonomioan sehingga bisa mengurai masalah ekonomi sehingga bisa membantu pemerataan dan pembangunan masyarakat Kendal. ” Masalah ekonomi bisa teratasi, kembali lagi harus didukung SDM yang berkualitas,” imbuhnya.

Di kabupaten Kendal, jumlah koperasi secara kuantitas mengalami peningkatan yang signifikan dan pertumbuhan koperasi sangat bagus. Meski begitu, tetap diperlukan pembenahan kualitas SDM yang intensif, terencana dan struktur dengan baik. “Jika strukturnya bagus, keberadaan koperasi bukan hanya mensejahterakan anggotanya. Melainkan bisa juga bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran yang ada di Kendal,” tambahnya.

Ketua Bagian Advokasi dan Fasilitasi pada Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kendal, C Sungatman mengatakan, jika jumlah koperadi di Kabupaten Kendal saat ini tercatat sebanyak 564 unit. Untuk koperasi yang tidak aktif sendiri berjumlah 163 koperasi. Sementara yang telah menjadi anggota Dekopinda sebanyak 185 koperasi. “Jumlah kopersi di Kendal sekitar 564 unit, jumlah tersebut lumayan cukup besar,” katanya.

Ia menambahkan, biasanya permasalahan yang melanda koperasi di Kendal berasal dari internal. Seperti banyak koperasi yang belum menerapkan prinsip maupun nilai-nilai koperasi dengan benar. “Cara kerja koperasi mirip dengan pengelolaan perusahaan, hal inilah yang mengganjal kemajuan koperasi yang menyebabkan lemahnya pemahaman, SDM, dan pengawasan,” tambahnya. (den/fth)