DIKEMBANGKAN: Bangunan Pujasera dikawasan wisata religi Masjid Agung Demak terus dikembangkan. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
DIKEMBANGKAN: Bangunan Pujasera dikawasan wisata religi Masjid Agung Demak terus dikembangkan. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

Pemkab Demak terus menggalakkan pembangunan diberbagai bidang, termasuk pembangunan pusat jajan serba ada (Pujasera). Sejauh ini, Pujasera baru dikembangkan di lingkup kawasan wisata religi Masjid Agung Demak, utamanya yang berkaitan langsung dengan sistem perparkiran kendaraan para peziarah.
WAHIB PRIBADI, Demak

Ditempat tersebut dibangun pertokoan atau kios berbagai macam oleh-oleh khas Demak, termasuk buah-buahan yang menjadi andalan Kota Wali. Seperti buah jambu merah delima dan belimbing. Sejauh ini, sudah ada sekitar 51 bangunan kios. Sedianya, pada 2016 mendatang, akan dibangun lagi kios baru dilantai 2 dengan dilengkapi fasilitas ruangan yang lain.

Pendirian bangunan melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan sebelumnya. Seperti diketahui, Pemkab Demak telah membangun deretan kios buah-buahan. Kemudian, dilanjutkan dengan membangun kios lainnya, untuk souvenir dan warung makan untuk peziarah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE), Doso Purnomo mengatakan, pembangunan akan dilaksanakan dengan meneruskan pembuatan kios dilantai yang sudah dibeton. “Yang merencanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Karenanya, DPUPPE tinggal meneruskan pembangunan kios dan atap dilantai dua,” kata Doso, kemarin.

Kabid Kebersihan, Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum DPUPPE, Masruh menambahkan, dari perencanaan yang dibuat Bappeda, kelanjutan pembangunan kios di Pujasera sedianya akan dianggarkan sekitar Rp 2 miliar. Berbagai kios di Pujasera yang sudah jadi sebelumnya ditempati untuk para pedagang lama yang bertahun-tahun berjualan. Sedangkan, untuk kios baru nanti belum diketahui pasti siapa yang akan menempati. “Soalnya baru akan dibangun. Untuk fungsi bangunan bagaimana belum tahu,”katanya.
Dia menambahkan, kelanjutan pembangunan dan pengelolaan Pujasera di kawasan Masjid Agung Demak setidaknya ditangani beberapa instansi. Yaitu, DPUPPE, Bappeda, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), serta Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop). Selain itu, melibatkan Satpol PP khusus untuk ketertiban kawasan Pujasera tersebut. Karena itu, demi menjaga keamanan dan ketertiban Pujasera, Satpol PP sebelumnya juga telah mendirikan pos jaga khusus di depan Museum Masjid Agung Demak yang juga berada dikawasan Pujasera tersebut. Karena DPUPPE hanya bersifat membangun Pujasera, maka untuk pengelolaan selanjutnya diserahkan ke Disparbud Pemkab Demak. “Kalau boleh usul, suatu saat nanti sistem manajemen pembayaran pusat jajanan Pujasera ini bisa menyatu seperti yang dijalankan ditempat-tempat wisata,”katanya.

Kepala Disparbud Demak, M Ridwan mengungkapkan, pihaknya kebagian tugas untuk mengelola Pujasera. Untuk rencana pembangunan lantai dua hingga kini masih dalam proses pembicaraan dengan instansi lainnya. “Masih akan dibicarakan karena ada yang mengusulkan agar lantai dua nanti dibuat ruangan untuk aktivitas seni budaya, studio film dan sebagainya. Ada juga yang minta dibangun kios lagi supaya dapat menampung pedagang yang belum mendapatkan kios pada tahap pertama,” katanya.
Perkembangan aktivitas pengelolaan di kawasan Pujasera sekarang masih belum bisa berjalan maksimal. Akibatnya, pendapatan pedagang masih belum sesuai harapan. Untuk parkir masih banyak kendaraan yang lebih tertarik parkir di luar Pujasera daripada masuk di dalam pusat penjualan oleh-oleh tersebut. Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap pendapatan pedagang buah, souvenir maupun warung makan. “Kita berupaya keras bagaimana fungsi Pujasera bisa lebih baik dimasa mendatang sehingga kesejahteraan pedagang meningkat,” imbuhnya.

M Ridwan menambahkan, untuk menangani retribusi parkir Pujasera, Disparbud sebetulnya sudah bertahun-tahun bekerjasama dengan pihak ketiga. Berdasarkan kesepakatan pengelola dengan Disparbud, retribusi parkir Pujasera bisa memberikan pemasukan PAD sebesar Rp 21 juta pertahun. Hasil retribusi langsung masuk ke kas daerah. Areal parkir Pujasera mampu menampung sebanyak 16 mobil atau kendaraan pribadi serta 64 untuk kendaraan roda dua. “Mobil pribadi peziarah yang diparkir di Pujasera ini adalah tergolong yang tidak (non) parkir di Tembiring,” tambahnya.

Karena itu, untuk memaksimalkan penggunaan area parkir di Pujasera tersebut, diakukan sosialisasi terus menerus supaya kendaraan pribadi peziarah mau masuk ke Pujasera itu. Apalagi, kata dia, kendaraan tidak boleh parkir didepan Masjid Agung Demak, kecuali ada kegiatan tertentu. “Ini supaya harapan perolehan retribusi parkir Pujasera bisa optimal serta pendapatan pedagang di Pujasera juga dapat meningkat seperti sediakala,” tambahnya.

Bupati Demak HM Dachirin Said mengatakan, penataan kawasan Kota Demak akan terus dilanjutkan. Salah satunya, penataan dikawasan Pujasera tersebut. “Aspek religi kita kedepankan dalam membangun Demak ini. Dengan demikian, kita berharap dapat berkah,” katanya. (*/fth)