Desak Tekan Kematian Ibu dan Bayi

186

SEMARANG – DPRD Jateng menyoroti masalah tingginya kematian ibu dan anak di provinsi ini. Dewan mendesak agar Dinkes Jateng mencari solusi konkret untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebab, persoalan itu sangat penting dan bisa memengaruhi kinerja Dinkes di Jateng.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng, Joko Purnomo mengatakan, persoalan itu merupakan tantangan besar yang harus diselesaikan Dinkes Jateng. Sebab, tingginya angka kematian ibu dan bayi bisa mempengaruhi kualitas kesehatan di Jateng. ”Ini persoalan serius dan harus segera diselesaikan sampai akarnya,” katanya, kemarin.
Ia menambahkan, Dinkes harus mencari akar masalahnya. Untuk itu, Dinkes harus bergerak cepat agar persoalan kematian ibu dan bayi bisa diatasi. Jika memang membutuhkan biaya, Komisi E DPRD Jateng bakal memfasilitasi agar anggaran bisa ditambah. ”Kalau memang anggaran kurang, kami akan mencoba membantu untuk menyelesaikan masalahnya. Yang penting bagaimana persoalan itu rampung,” imbuhnya.

Politisi PDIP ini berharap, tenaga medis dan peralatan lebih ditingkatkan. Sebab, diakui atau tidak masyarakat desa sejauh ini masih belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. ”Jika pelayanan bisa sampai bawah, saya kira akan lebih bagus. Jadi ketika ada masalah bisa segera dideteksi sejak dini,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan semester pertama tahun ini, terjadi 246 kasus kematian ibu melahirkan di Jateng. Jumlah ini masih tinggi meski cenderung menurun jika dibandingkan 711 kasus yang terjadi sepanjang tahun 2014. ”Untuk penyebab utama kematian karena faktor kesehatan ibu yang tidak bagus atau karena kurang memperoleh asupan gizi yang cukup saat sedang hamil,” katanya.

Ia menambahkan, angka kematian tertinggi terjadi Brebes dengan 22 kasus. Kemudian Kabupaten Tegal 22 kasus, Kota Semarang 21 kasus, Grobogan 18 kasus, Banyumas 17 kasus, Pemalang 16 kasus, Demak 15 kasus, Cilacap 14 kasus, Kabupaten Semarang 14 kasus dan Purbalingga 12 kasus. ”Kami terus berusaha untuk mencari solusi agar bisa menyelesaikan persoalan itu. Kami juga memperbaiki kualitas SDM dan pelayanan agar lebih bagus,” tambahnya. (fth/ric/ce1)