8 Bulan Beroperasi, Terminal Bahurekso Sepi

301
LENGANG: Kondisi Terminal Bahurekso yang dioperasikan sejak Januari lalu, hingga kini masih sepi dan tidak ada aktivitas naik turun penumpang. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LENGANG: Kondisi Terminal Bahurekso yang dioperasikan sejak Januari lalu, hingga kini masih sepi dan tidak ada aktivitas naik turun penumpang. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Sudah hampir delapan bulan lamanya Terminal Bahurekso Kendal mulai beroperasi. Meski begitu, sejauh ini kondisinya masih tampak sepi. Bahkan tak ada aktivitas berarti karena terminal hanya dijadikan sebagai tempat parkir dan pemberangkatan angkutan umum.

Pantauan Radar Semarang, terminal yang terletak di Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh masih tampak masih lengang. Meskipun awak bus sudah masuk ke dalam terminal, tapi tidak aktivitas menaikkan ataupun menurunkan terminal.

Terminal yang dibangun 12 tahun lalu dan menyerap anggaran hingga belasan miliar rupiah itu seperti sia-sia. Pasalnya, terminal yang sedianya menjadi tujuan akhir justru penumpang memilih Pasar Weleri sebagai tujuan akhir perjalanan.

“Ya sejak awal dioperasikan kondisinya memang sepi. Sebab para penumpang tidak mau diturunkan di terminal. Mereka milih diturunkan di Pasar Weleri yang jaraknya sekitar dua kilo meter,” kata Ketua Paguyuban Awak Bus Setia Kawan Weleri, Muhson, kemarin.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menyebabkan awak bus harus mengikuti kemauan para penumpang agar mendapatkan pemasukan uang. para awak bus harus mengantar penumpang sampai pasar weleri. “Setelah sampai pasar weleri, baru kembali ke terminal dalam keadaan kosong,” kata sopir bus Sukorejo-Mangkang itu.

Selama terminal dioperasikan, justru hanya sebagai tempat singgah para awak bus untuk beristirahat. Selain itu juga sebagai tempat menunggu jadwal pemberangkatan bus yang sudah dikelola oleh paguyuban setempat. Kondisi fisik bangunan terminal meski sudah 12 tahun terlihat kokoh dan tidak ada kerusakan berarti. Namun dari sisi kebersihan kondisinya terminal terlihat kumuh. Sebab ilalang dan semak belukar mengelilingi bangunan.

Kepala Dinas Perhubungan, Subarso tidak menampik jika sejak awal januari dioperasikan kondisinya sepi. Sejauh ini bus yang masuk baru bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Yakni jusrusan, Weleri-Sukorejo, Weleri –Mankang, dan Weleri-Limpung. Baik bus pintu satu maupun pintu dua.

“Sedangkan angkutan umum pedesaan dan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) belum wajib masuk. Sebab masih menunggu perubahan regulasinya yang baru diajukan izinnya ke Kementrian Perhubungan,” katanya.

Pengoperasian terminal, juga untuk menyiapkan Bus Rapid Transit (BRT) yang akan masuk kendal. Yakni BRT untuk rute Simpang Lima, Semarang sampai Terminal Bahurekso, Kendal. “Bus-bus yang masuk sekarang inipun tidak kami tarik retribusi. Ini karena belum ada petugas dishub yang dapat mengelola terminal. Sehingga penarikan retribusi natinya dilakukan sampai ada kelengkapan sarana dan prasarana,” tambahnya. (bud/fth)