Organda Minta Terminal Tipe A Tetap Terboyo

669
LEBIH STRATEGIS: Kondisi Terminal Terboyo yang rusak dan kerap dilanda rob. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEBIH STRATEGIS: Kondisi Terminal Terboyo yang rusak dan kerap dilanda rob. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BALAI KOTA – Keberadaan dua terminal tipe A di Kota Semarang yang sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat hingga kini belum ada kejelasan. Bahkan antara Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) sendiri juga memiliki perbedaan keinginan. Dishubkominfo berharap nantinya terminal tipe A berada di Terminal Mangkang, sedangkan Organda menginginkan Terminal Terboyo.

Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Agus Harmunanto, mengatakan, sekarang ini di Kota Semarang terdapat dua terminal tipe A, yakni Terminal Terboyo dan Mangkang. Namun saat ini penentuan terminal tipe A sudah menjadi kewenangan pusat, dan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014.

”Saat ini, kami hanya bisa melakukan pengaturan jalan transportasi lalu lintas saja, dan tidak memiliki kewenangan terkait sarana dan prasarana. Sekarang Kota Semarang hanya mempunyai terminal tipe C yang ada di Cangkiran. Sedangkan terminal tipe B menjadi kewenangan provinsi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (5/8) kemarin.

Dikatakan, untuk terminal tipe A pihaknya lebih memilih di Terminal Mangkang. Alasannya, kondisi bangunan yang lebih layak. Selain itu, Terminal Mangkang ke depan akan menjadi terminal terpadu antara terminal dengan stasiun kereta api.

”Kalau harapan Dishub seperti itu. Tapi kami hanya berharap, sedangkan yang memutuskan pemerintah pusat. Jadi, pusat akan melakukan pengkajian dan membuat DED (Detail Engineering Design) lebih dulu apakah di Mangkang atau Terboyo. Yang pasti, kita tidak bisa membuat terminal di tengah kota, karena akan membuat kemacetan semakin parah. Selain itu juga sudah ada undang-undang yang mengatur,” katanya.

Ketua Organda Kota Semarang, Wasi Darono, mengakui, Pemkot Semarang tidak memiliki kewenangan dalam menentukan keberadaan terminal tipe A, apakah Terminal Mangkang atau Terboyo. Hanya saja pihaknya berkeinginan nantinya terminal tipe A tetap berada di Terboyo.
”Kalau Terboyo kan memiliki banyak jangkauan atau banyak akses jalan alternatif. Bisa dari arah timur dan selatan. Kalau Terminal Mangkang hanya satu akses saja, yakni dari arah barat,” terangnya.

Menurutnya, Organda hanya sebagai wadah pengusaha transportasi saja. Sedangkan nantinya tetap menjurus pada aturan dan ketentuan jika keinginan Organda tetap mengikuti penetapan terminal tipe A yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. ”Organda tetap mengikuti ketentuan. Misalnya nanti terminal A berada di Mangkang, kami juga akan ikut ke sana,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono, mengatakan, nantinya yang menentukan terminal tipe A menjadi kewenangan pusat. Menurutnya, yang paling substansi, keberadaan terminal tipe A harus dapat memudahkan masyarakat serta diharapkan bisa memicu peningkatan ekonomi.
”Itu kan wewenang pusat yang menentukan. Sehingga support dari pemerintah pusat dengan adanya terminal tipe A nantinya bisa menumbuhkan ekonomi Kota Semarang sendiri, karena menjadi penghubung antarkota di Jateng,” ujarnya.

Dikatakan, secara operasional dan letak geografis, terminal tipe A lebih pas di Terboyo. Hanya saja, kata dia, nantinya membutuhkan biaya pemeliharaan lebih mahal. Sebab, kontur tanah di wilayah tersebut kerap direndam rob dan selalu mengalami penurunan tanah mencapai 50 sentimeter setiap tahunnya. Praktis, pemerintah harus melakukan peninggian lahan dan bangunan secara terus-menerus.

Pihaknya berharap, dengan adanya terminal tipe A tidak akan menimbulkan dampak kemacetan di Kota Semarang. ”Kita harus memperhatikan aspek teknis jika terminal itu berada di suatu wilayah. Kalau di Terminal Mangkang, akses tol tol belum sampai Mangkang, dan wilayah barat masih terjadi kemacetan. Sebaliknya, kalau Terminal Terboyo dekat dengan tol,” katanya. (mha/aro/ce1)