Safira Wakili Salatiga ke Amerika

279
BERPRESTASI : Safira Yuniar Kiranadevi didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 3, Supriyanto mengungkapkan rencananya ke Amerika Senin depan. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERPRESTASI : Safira Yuniar Kiranadevi didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 3, Supriyanto mengungkapkan rencananya ke Amerika Senin depan. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA–Safira Yuniar Kiranadevi, 17, siswi kelas 12 SMA Negeri 3 bakal mewakili Salatiga dalam program pertukaran pelajar melalui beasiswa Kennedy Lugar Youth Exchange and Study. Bersama puluhan pelajar dari sejumlah negara, nantinya Safira akan tinggal selama setahun di Kota Delta, Alabama, Amerika Serikat. Selain Safira, ada juga Pradipta dari SMK 2 Salatiga.

Safira sebagai putri pasangan Almarhum Susilo Nugroho dan Ernawati ini berhasil menyisihkan ratusan pelajar dari seluruh Indonesia dalam seleksi yang diselenggarakan oleh Indonesian Foundation For Intercultural Learning. “Saya memang sudah lama bercita-cita mendapatkan beasiswa dari Amerika. Sejak ayah masih hidup, saya sudah sampaikan dan alhamdulillah akhirnya tercapai dan saya akan berangkat ke Amerika Senin depan,” ungkap Safira saat ditemui wartawan di ruang guru SMAN 3, Selasa siang (28/7) kemarin.

Safira mengaku sudah mempersiapkan sejumlah keahlian mengenai budaya Indonesia untuk diperkenalkan kepada para siswa peserta pertukaran pelajar di Amerika. Selain sejumlah tarian, Safira juga belajar lebih serius mengenai budaya lainnya seperti kemampuan berbahasa daerah. “Untuk persiapan pribadi, juga membawa bekal berupa bumbu–bumbu rempah untuk masak di Amerika nantinya,” jelas anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Safira menceritakan bahwa keberhasilannya mengikuti program diawali saat dirinya mendaftar melalui internet. Saat masih di kelas X, ia mendaftar hingga akhirnya dipanggil untuk mengikuti seleksi. Ada tiga seleksi yang dilalui, mulai dari region Jateng yang menilai tentang pengetahuan umum dan esai, kemudian seleksi kedua mengenai kepribadian dan bahasa Inggris serta seleksi ketiga mengenai dinamika kelompok.

Sebelumnya telah dilakukan seleksi berkas dan setelah lolos, mengikuti seleksi nasional November 2014. Hasilnya, Safira menjadi salah satu dari 80 pelajar se Indonesia yang mengikuti program ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 3, Supriyanto mengatakan, Safira telah mempersiapkan niatnya tersebut sejak lama. “Terus terang kami bangga dengan keinginan kuat Safira. Ini menjadi sejarah bagi sekolah kami, bahkan mungkin di Salatiga. Safira nantinya akan menjadi satu-satunya siswa yang berhasil menembus beasiswa tersebut. Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi teman yang lain,” kata Supriyanto.

Dengan keberangkatan Safira, statusnya di SMA 3 semacam cuti. Karena di Amerika ia juga akan bersekolah setingkat SMA. Sepulang dari Amerika baru akan melanjutkan pendidikan di sekolah ini. (sas/ida)