TES KESEHATAN : Salah satu calon Wakil Wali Kota Pekalongan, Nus Chasanah sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Bendan, Rabu (29/7) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES KESEHATAN : Salah satu calon Wakil Wali Kota Pekalongan, Nus Chasanah sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Bendan, Rabu (29/7) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Empat pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Pekalongan menjalani tes kesehatan di RSUD Bendan, Rabu (29/7) kemarin. Demikian pula dengan dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan menjalani tes kesehatan di RSUD Kraton.

Tes kesehatan bagi pasangan calon dimulai pukul 08.30. Pasangan yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra, Hakam Naja-Nur Chasanah menjalani pemeriksaan pertama. Setelah itu, pasangan yang diusung PDIP-PKB, Achmad Alf Arslan Djunaid-Saelany Mahfudz. Pasangan berikutnya yang diusung Partai Golkar, Dwi Heri Wibawa-Sutarip Tulis Widodo. Pasangan terakhir yang datang untuk menjalani tes tertulis adalah pasangan independen Sudjaka Martana-Fauzi Umar Lahji.

Menurut Humas RSUD Bendan Erna Prihantini, ada empat jenis tes kesehatan yang dijalani para calon wali kota dan wakil wali kota. Yakni pemeriksaan wajib, konsulen, penunjang dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan wajib meliputi interna, jantung dan pembuluh darah, obstetri ginekologi, saraf, mata, telinga hidung tenggorokan (THT) dan urologi.

Sedangkan pemeriksaan konsulen meliputi bedah ortopedi, bedah saraf dan paru. Sementara itu, pemeriksaan penunjang mencakup ultrasonografi (USG) abdomen dan foto rontgen thoraks, elektro kardiografi (EKG), treadmill dan echocardiografi, spirometri, CT scan serta USG payudara. Sedangkan pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan darah dan urine, serta tes narkoba. Para calon sudah harus puasa mulai pukul 24.00. “Hasil tes kesehatan akan disampaikan ke KPU,” terangnya.

“Alhamdulillah dinyatakan sehat, tidak ada faktor kesehatan yang mengganggu,” kata Calon Wali Kota, Hakam Naja, anggota DPR RI dari PAN yang masih aktif ini.

Sedangkan Ketua KPU Kota Pekalongan, Basir menjelaskan, hasil tes kesehatan akan menentukan kelanjutan pencalonan. “Kalau sehat akan diterima. Tapi kalau tidak sehat, bisa diganti dengan bakal calon lain,” jelasnya.

Terkait strategi kampanye, banyak calon yang sedang akan menyusunnya. “Target intinya bisa melampui yang lain. Namun semuanya akan kami lakukan, jika sudah disahkan sebagai calon. Intinya saat ini adalah masyarakat memilih figur, bukan partai,” kata Hakam Naja.

Demikian halnya dengan calon Wali Kota Dwi Heri dari Partai Golkar. Dirinya sama seperti Hakam Naja, masih menunggu putusan KPU yang resmi. “Kalau sudah diputuskan, baru kami akan bergerak,” terangnya.

Lain halnya dengan Alex yang sudah menyusun strategi kampanye. “Strategi sudah kami susun, namun semua akan terjadi jika sudah ditetapkan. Kalau belum, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Termasuk promosi dan lainnya. Intinya menunggu keputusn KPU saja dulu,” terangnya di sela-sela pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, dua pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan juga menjalani hal yang sama. Adalah pasangan Riswadi – Nur Balistik yang diusung PDIP dengan partai pendukung, Demokrat, Hanura, dan PPP kubu Djan Faridz dan Romahurmuzy, serta Golkar kubu ARB. Dan pasangan kedua, Asip Kholbihi – Arini Antono diusung PKB dengan partai pendukung Gerindra, Nasdem, Golkar kubu Agung Laksono. (han/ida)