PEMERIKSAAN KEJIWAAN : Usai diperiksa kejiwaannya, para pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang berfoto bersama bersama tim dokter di RSUD Ambarawa. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMERIKSAAN KEJIWAAN : Usai diperiksa kejiwaannya, para pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang berfoto bersama bersama tim dokter di RSUD Ambarawa. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

AMBARAWA-Dua pasangan calon (paslon) Bupati Kabupaten Semarang, Rabu (29/7) pagi kemarin, dites kejiwaannya oleh tim dokter psikologi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa, Kabupaten Semarang. Kedua paslon adalah Mundjirin-Ngesti (Mukti) dan Nur Jatmiko-Mas’ud (Jatimas). Keduanya menjalani tes kejiwaan mulai pukul 07.30 sampai pukul 11.30.

Saat datang ke RSUD Ambarawa, kedua paslon terlihat kompak mengenakan baju putih dan celana panjang hitam. Kedua paslon tersebut langsung masuk ke ruang pemeriksaan kesehatan. Di hari pertama tes kesehatan tersebut, mereka menjalani tes psikologi, di antaranya mengerjakan tes tertulis dan wawancara.

“Tesnya ada wawancara dan disuruh menggambar. Ketika menggambar orang, saya langsung membayangkan Pak Mas’ud (pasangan calon Nur Jatmiko) yang ada botaknya ini. Kalau menggambar pohon ya pohon yang banyak lendirnya,” tutur Mundjirin sembari berkelakar dan merangkul Mas’ud Ridwan yang berjalan keluar dari ruang pemeriksaan RSUD Ambarawa.

Direktur RSUD Ambarawa, dr Rini Susilowati mengatakan, di hari pertama ini paslon dites kejiwaannya oleh tim dokter ahli kejiwaan dan psikologi. Selanjutnya pada hari kedua, Kamis (30/7) mendatang, akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh dengan mengambil sampel darah dan urine. Proses pemeriksaan dilakukan sesuai dengan standar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan KPU. Di antaranya pemeriksaan kesehatan mata, gigi, THT, organ dalam dan psikologi. “Tim dokter yang memeriksa ada sepuluh dokter spesialis dan satu orang psikolog. Hasil pemeriksaan nantinya akan diserahkan kepada KPU,” kata Rini.

Anggota KPU Kabupaten Semarang, Ridlo Pakina yang turut hadir di RSUD Ambarawa mengatakan, tes kesehatan dan psikologi adalah syarat wajib para pasangan calon yang telah mendaftar. “Jika tidak memenuhi syarat dapat dicoret, sehingga pelaksanaan Pilkada bisa ditunda. Termasuk jika ada persyaratan lainnya yang belum ada maka bisa ditunda. Mudah-mudahan tidak ditunda,” ungkap Ridlo. (tyo/ida)