DEMAK – Sejumlah petani Desa Cabean, Kecamatan Demak Kota berhasil mengembangkan buah semangka dilahan pertanian mereka. Bahkan, saat dipanen, petani bisa meraup 30 ton dengan penghasilan Rp 80 juta perhektare. Bila dikurangi biaya perawatan, maka petani dapat keuntungan bersih Rp 40 juta perhektare.

Sekretaris Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur, Desa Cabean, Sunardi mengungkapkan, keberhasilan penanaman semangka berbagai jenis ini terus dilakukan kepada petani lainnya. Karena itu, antar petani tidak merasa tersaingi. Namun sebaliknya, mereka dapat lebih sejahtera bersama dari panen buah semangka tersebut. Menurutnya, di kampong tersebut terdapat 45 hektare lahan pertanian yang ditanami semangka pada musim kemarau sekarang ini. “Hal itu dilakukan karena pengairan memadai,” kata Sunardi.

Untuk itu, banyak warga yang menyewa sawah bengkok kepala desa (kades) dengan harga sewa antara Rp 18 juta hingga Rp 19 juta perhektare untuk bisa menanam semangka tersebut. “Kalau saya punya lahan 1 hektare lebih kita tanamai semangka. Hasilnya lumayan bisa dapat untung bersih Rp 40 juta,” tambah Sunardi yang sebelumnya pernah menjadi petugas lapangan ini. Semula, ia nekat menanam semangka non biji dengan dibantu Dinas Pertanian setempat. Dengan keberhasilan menanam ini, akhirnya petani lain mengikuti inovasinya tersebut.(hib/fth)