UNGARAN – Sebuah pabrik pengolahan kayu Albasia Sejahtera Mandiri (ASM) di wilayah Gintungan, Butuh, RT 19 RW 11 Tengaran luder terbakar, Selasa (28/7) sekitar pukul 03.00. Amukan si jago merah menghanguskan sejumlah bangunan pabrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Tapi kerugian yang diderita PT ASM akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran ini terjadi saat para karyawan yang sedang beristirahat. Saat itulah mereka melihat kepulan asap pekat yang berasal dari sekitar oven. Namun pekatnya asap membuat karyawan kesulitan menemukan titik api dan mengakibatkan api merambat ke sejumlah bagian pabrik. “Asap begitu pekat sehingga titik api tidak bisa di lihat. Dugaan kami api berasal dari oven yang ada di sekitar kepulan asap tersebut. Kami kesulitan memadamkan api lantaran banyak sekali bahan yang mudah terbakar,” kata Kepala shift pabrik, Widodo, 42.

Dengan cepat api terus membesar lantaran di sekitar lokasi kebakaran terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar. Mengetahui api terus membesar, para karyawan menjadi panik. Mereka berhamburan ke luar pabrik untuk menyelamatkan diri dan sebagian membantu memadamkan api. Kejadian mencari tersebut langsung dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran. “Di dalamnya ada bahan kayu, jadi api cepat membesar,” tambahnya.

Setidaknya enam unit mobil pemadam dari Salatiga dan Kabupaten Semarang diturunkan guna mengatasi kebakaran tersebut. Petugas sempat kesulitan untuk memadamkan api karena hembusan angin yang kencang. Setelah 4 jam berjibaku, akhirnya api berhasil dipadamkan dan bangunan sudah ludes terbakar. Kapolsek Tengaran, AKP Kuat Slamet mengaku masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. “Untuk penyebab kebakaran belum bisa kami simpulkan dan masih dalam pemeriksaan di lapangan,”katanya. (sas/fth)