Warga Desa Wiru Minta Segera Direlokasi

320
TANAH RETAK : Warga Desa Wiru menunjukkan kerusakan rumah yang diduga akibat proyek reaktivasi rel kereta api Kedungjati-Tuntang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANAH RETAK : Warga Desa Wiru menunjukkan kerusakan rumah yang diduga akibat proyek reaktivasi rel kereta api Kedungjati-Tuntang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BRINGIN-Sampai saat ini, sebanyak 21 rumah warga, 1 masjid dan 1 madrasah dan jalan kampung di Dusun Mojo Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang rusak, akibat tanahnya retak dan amblas. Yang diduga imbas proyek reaktivasi jalur kereta api dari Kedungjati (Grobogan)-Tuntang (Kabupaten Semarang).

Namun sampai saat ini belum ada kejelasan terkait perbaikan maupun relokasi warga. Karena itu, warga Desa Wiru, mendesak agar Pemkab Semarang segera merelokasi puluhan rumah warga yang rusak tersebut.

Salah seorang warga Desa Wiru, Agus Susanto, 40, menegaskan keingingan warga yang menghendaki segera direlokasi. Sebab saat ini, masih ada bekas kerusakan berupa retakan tanah hingga pondasi rumah amblas dan tembok yang merekah dan belum diperbaiki. Warga khawatir jika sewaktu-waktu rumah ambruk hingga menyebabkan korban jiwa. Kendati ada upaya penambalan, menurut Agus, hal itu tidak dapat menjadikan kondisi lebih baik. “Kami berharap Pemkab Semarang dapat membantu merealisasi relokasi warga Desa Wiru,” tutur Agus.

Warga meyakini kerusakan pada dinding dan lantai bangunan rumah serta fasilitas umum dan fasilitas social tersebut, terjadi akibat adanya proyek reaktivasi jalur kereta api yang jaraknya hanya puluhan meter dari wilayah yang rusak. Kerusakan tersebut sudah dilaporkan ke BPBD dan pihak terkait seperti Satker Pembangunan Rel KA pada Januari 2015 lalu.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Badrodin As’ad mengatakan bahwa beberapa hari lalu Kepala Desa Wiru mengadukan kepadanya terkait belum beresnya proses perbaikan maupun relokasi rumah warga yang rusak. Sebab hingga saat ini belum tahu kejelasan kapan akan dilakukan relokasi.

“Warga dan kepala desa datang mengadukan tentang belum jelasnya realisasi penanganan longsor yang diduga akibat proyek rel kereta api tersebut. Warga meminta segera dilakukan relokasi,” tutur politisi PKS tersebut, Senin (27/7) kemarin.

As’ad mendesak agar instansi terkait segera merealisasikan relokasi rumah warga. Sebab jika dilakukan perbaikan tidak bisa menjamin kekuatannya. Justru kerusakannya dikhawatirkan lebih parah, terutama jika musim hujan tiba. “Jika tidak segera ditindaklanjuti, akan membahayakan warga. Kami berharap permasalahan ini segera diselesaikan sebelum musim hujan tiba,” pungkasnya. (tyo/ida)