Menunggak Pajak, Anggaran KONI Macet

172

SEMARANG – Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang tengah mempercepat pencairan dana hibah olahraga APBD murni 2015. Sekretaris Umum KONI Kota Semarang Yuswo Supadmo menuturkan, urusan ini tersendat lantaran masalah pajak pada kepengurusan sebelumnya.

“Karena itu saat ini kami berusaha keras menyelesaikannya secepat mungkin. Sebenarnya dana sudah ada di pemerintah dan bisa cair. Ini merupakan tantangan berat bagi kepengurusan baru,” katanya kemarin.

Pihaknya mengaku akan menggadeng instansi terkait untuk mencari solusi. Agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga program olahraga di Kota Atlas bisa segera dihelat. “Kalau pengurus sebelumnya tidak segera membayar tunggakan pajak, dana hibah tidak akan bisa dicairkan. Semoga ada solusi lain,” ujarnya.

Yuswo telah mengotak-atik dan mencoba segala cara untuk menutup tunggakan pajak. Menggelar pertandingan atau kejuaraan untuk menggalang dana, misalnya. Meski begitu, dana yang terkumpul belum menutup jumlah yang ditentukan. “Total tunggakannya cukup banyak. Tidak perlu dipublikasikan, yang jelas, kami masih punya alternatif lain untuk mendapatkan dana sesegera mungkin,” paparnya.

Hanya saja, lanjut Yuswo, ini adalah persoalan yang sangat sensitif dan tak ingin menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Permasalahan pada kepengurusan yang lalu menjadi pelajaran penting agar menjalankan roda organisasi yang lebih baik. “Di kepengurusan yang baru kami memang fokus pada penguatan lembaga. Salah satunya mendorong cabang olahraga yang habis masa baktinya melakukan musyawarah kota. Baru-baru ini ada dua cabang yang telah melakukan musyawarah dan membentuk pengurus baru yakni dayang dan layar,” pungkasnya. (amh/smu)