SEMARANG – Sejak dirujuk Minggu (26/7) malam lalu ke RSUP dr Kariadi Semarang, kondisi dua bocah asal Demak yang menjadi korban pembacokan sadis di sebuah acara ulang tahun, kini berangsur membaik.

Keduanya, Safik Nur Falah, 6, dan Ahmad Yaki, 12, masih terbaring lemas untuk menjalani perawatan intensif di RSUP dr Kariadi Semarang.

Staf Hukum, Humas dan Pemasaran (Hukmas) RSUP dr Kariadi Semarang, Parna mengatakan, sejak dirujuk dari Demak pada Minggu (26/7) malam lalu, kondisi kedua bocah tersebut berangsur membaik. Semula, keduanya dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun Senin (27/6), satu korban atas nama Safik dipindahkan ke bangsal anak. ”Tim dokter menilai bahwa kondisi pasien tersebut telah membaik,” katanya, kemarin.

Dijelaskannya, Safik mengalami luka di lengan kiri dan pelipis. Sementara korban lain, Yaki, masih menjalani perawatan intensif di IGD. ”Yaki mengalami luka di bagian perut dalam. Tim dokter terus memantau perkembangan kesehatan pasien. Baik dari indikasi kesehatan pernapasan dan jantungnya. Mudah-mudahan segera pulih. Memang masih perlu perawatan intensif,” ujarnya.

Agil, kakak kandung Safik, terus mengelus-elus dahi adiknya yang terbaring lemas di ruang IGD RSUP dr Kariadi sejak Minggu (26/7) malam. Safik tidak bisa berbuat banyak karena pundak kirinya mendapat luka bacok dan tangan kanannya mendapat infus. Pipinya juga diperban karena mengalami luka robek akibat pembacokan.

Agil menceritakan dirinya baru akan berangkat menuju pondok Futuhiyah, Mranggen karena hari ini (kemarin) kegiatan belajar mengajar sudah dimulai. Ia yang diantar ibunya seketika langsung membatalkan keberangkatan saat warga memberi tahunya bahwa adiknya kena di bacok seorang pria yang diduga sakit jiwa. ”Sampai sana keadaan sudah kacau balau, adik saya sudah terkapar, bersama Aska yang sudah berlumuran darah dan tak bergerak. Kemudian saya mencari Yaki (sepupu Agil), karena Syafiq pergi bertiga. Syafiq masih sadar dan saya tanya Yaki ke mana, jawabnya lari sambil memegangi ususnya terburai,” katanya.

Yaki sendiri dirawat di ruang ICU RS Kariiadi karena luka robek diperut yang cukup lebar. Ketiga korban sebenarnya masih memiliki hubungan saudara. Berdasar keterangan Agil, Yaki dan Syafiq memang sering bermain bersama karena seumuran, namun Aska tidak biasanya bermain bersama. ”Aska yang paling kecil baru mau masuk SD tahun ini, dia memang jarang ikut main kakak sepupunya, Syafiq dan Yaki, tapi nggak tau kenapa hari itu dia ikut,” imbuh Agil sedikit menyesal. Dia berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal. (amu/ewb/zal/ce1)