Dipicu Cekcok, Saling Adu Samurai

372

BATANG–Hanya karena cekcok saat nongkrong di salah satu mini market di tepi jalur pantura Subah, tersangka WM, 17, dan korban meninggal, Susia Febrianto, 33, melakukan duel maut adu samurai pada Rabu (15/6) lalu, sekitar pukul 18.30. Akibatnya, Susia mengalami luka serius hingga maut menjemputnya.

Hal tersebut terungkap dalam rekonstruksi atau reka ulang yang terpaksa digelar di halaman Reskrim Polres Batang, Senin (27/7) kemarin. Perpindahan lokasi rekonstruksi tersebut dilakukan, demi keamanan tersangka duel maut WM, 17, yang warga Karangtengah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, dari amukan warga. Sedangkan lokasi duel maut di tepi hutan jati Alas Roban, tepatnya di Jalan Gombong arah Pecalungan, Kabupaten Batang.

Dalam reka ulang yang dipimpin oleh Kasatreskrim AKP Hartono dan Kanit PPA Ipda Andi Fajar bertindak sebagai sutradara, dihadiri Kasi Pidum Kejari Batangm Tri Julianto dan penuntut umum Dony Rahmat. Sedangkan tersangka WM yang didampingi penasihat hukumnya Dwi Hery, melakukan 29 adegan reka ulang.

Dalam reka ulang tersebut juga terungkap bahwa Susia dan Wildan yang sebelumnya sudah saling kenal dan sering nongkrong di salah satu mini market di tepi jalur pantura Subah. Tiba-tiba bertengkar dan cekcok sampai akhirnya terjadi duel pada hari Selasa (14/6).

WM yang masih pelajar kelas III SLTA swasta di Gringsing itu, melakukan adegan dengan sempurna sesuai dengan apa yang dilakukan. WM juga mengaku masih ingat ketika berhadapan dengan korban, yang sama-sama menggunakan senjata tajam jenis samurai.

Duel maut baru dilakukan pada Rabu (15/6) malam di tepi hutan jati. Keduanya saling menyerang dengan senjata tajam. WM memperagakan adegan demi adegan saat menghindari serangan korban yang menyabetkan samurai dan mengenai kaki dan lutut kirinya.

Selanjutnya WM membalas serangan hingga melukai lengan kanan korban dan nyaris putus. Setelah mengetahui korban tergeletak dengan bersimbah darah. Dirinya minta dijemput temannya dengan motor untuk melarikan diri ke arah Subah. “Pedang samurai saya buang di Kali Kuto Gringsing, kemudian saya berobat di salah satu Puskesmas Gringsing,” kata Wildan usai memperagakan reka ulang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan, menuturkan bahwa korban Susia sempat dilarikan ke Puskesmas Subah oleh teman-temannya. Namun karena luka korban terkena sabetan samurai cukup parah, akhirnya korban meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Subah.

Menurutnya, WM ditangkap dalam persembunyiannya, di salah satu rumah di Kecamatan Weleri oleh Sat Kasatreskrim Polres Batang bersama Tim Resmob beberapa jam setelah duel maut terjadi. “Tersangka duel maut WM telah melakukan 29 adegan reka ulang dengan sempurna dan akan kami proses lebih lanjut untuk dilimpahkan ke Pengadilan,” tutur AKP Hartono. (thd/ida)