Berjanji Jaga Salatiga

185
PERNYATAAN SIKAP : Seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama menandatangani kesiapan menjaga keamanan Kota Salatiga di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu malam (26/7) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERNYATAAN SIKAP : Seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama menandatangani kesiapan menjaga keamanan Kota Salatiga di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu malam (26/7) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Salatiga menandatangani pernyataan sikap yang berisi komitmen untuk turut menjaga keamanan dan berperan aktif dalam menjaga perdamaian di Salatiga. Penandatanganan tersebut dilaksanakan setelah para tokoh agam dan tokoh masyarakat berdialog di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Minggu malam (26/7) kemarin.

Wali Kota Yuliyanto juga membubuhkan tulisan “NKRI dan Perdamaian Harga Mati!!!” dalam spanduk pernyataan sikap dan kemudian diikuti dengan penandatanganan seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.

“Forum ini tidak hanya sarana silaturahmi, tapi juga merupakan jalur komunikasi antara Forkopinda dengan para tokoh masyarakat. Salatiga merupakan miniatur dari Indonesia, banyak etnis dan agama yang tinggal di kota ini, karena itu kita harus senatiasa menjaga perdamaian dan keamanan kota ini,” kata Yuliyanto.

Dalam pertemuan tersebut, dihadiri tak kurang dari 80 orang. Di antaranya, Danrem 073 Makutarama, Kol Kav Bueng Wardadi yang turut memberikan paparan tentang kesiapan TNI dalam menjaga keamanan dan perdamaian di Salatiga.

Selain Forkopinda, pertemuan ini dihadiri seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Salatiga, tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Perdamaian Bangsa Indonesia (FPBI), Badan Kerjasama Gereja se-Salatiga (BKGS), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Salatiga, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan juga tokoh masyarakat dari eleman lainnya. (sas/ida)