SEMARANG – Berdasarkan hasil verifikasi faktual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, sebanyak tiga pasangan bakal calon perseorangan (independen) dinyatakan telah memenuhi syarat dukungan 100 persen. Sementara tiga pasangan bakal calon lainnya masih diberi kesempatan untuk memperbaiki setelah proses pendaftran.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo menjelaskan, tiga pasangan calon yang telah memenuhi syarat dukungan berasal dari Rembang (Abdul Khafidz – Bayu Andrean), Boyolali (Cahyo Sumarso – M. Yakni Anwar), dan Wonosobo (Suhardi – Joko Wiyono). Sementara yang diberi kesempatan perbaikan adalah Klaten (Mustafid Fauzan – Sri Harmanto), Kota Magelang (Joko Prasetyo-Priyo Waspodo), dan Kota Pekalongan (Sujaka Martana-Fauzi Umar Lahji). ”Sesuai dengan PKPU Nomor 9 Tahun 2015 jika terjadi kekurangan dukungan maka pasangan calon wajib mengganti paling sedikit dua kali lipat dari jumlah kekurangan tersebut,” ungkap Joko.

Joko menambahkan, pada hari pertama pendaftaran ini beberapa daerah telah melaporkan terkait penerimaan pasangan bakal calon. Di antaranya Kabupaten Blora, Demak, Sragen, Boyolali, dan Kota Semarang. Sementara yang lainnya masih dalam proses melaporkan. ”Pendaftaran dibuka selama tiga hari sampai 28 Juli 2015,” imbuhnya.

Ditegaskan Joko, dalam pendaftaran tersebut ada ketentuan di mana pasangan bakal calon yang mendaftar harus lebih dari satu. Sebab, jika tidak, maka KPU setempat akan memutuskan bawa masa pendaftaran diperpanjang selama tiga hari. Jika ternyata dalam waktu tersebut tidak juga ada yang mendaftar, maka pelaksanaan pilkada akan diundur pada 2017 mendatang. ”Khusus di Jawa Tengah, saya melihat potensi itu tidak akan terjadi. Kalau sampai ada, tentu akan merugikan semua pihak karena pimpinan daerah nantinya batal terbentuk,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng Abhan Misbah mengatakan siap menjalankan pengawasan mulai dari awal hingga akhir penyelenggaraan Pemilihan Bupati/Wali Kota di Jawa Tengah tahun 2015. Dalam hal ini, pihaknya telah melantik 63 Panwas Kabupaten/Kota yang bertugas melakukan pengawasan berdasarkan tugas, wewenang serta kewajiban sesuai undang-undang.

”Modal utama seorang pengawas pemilihan adalah mempunyai integritas, independensi, dan imparsialitas. Dalam menjalankan tugasnya, mereka juga harus berorientasi pada asas-asas penyelenggara Pemilu serta bekerja profesional dengan prinsip kerja keras, ikhlas, jujur, cerdas, dan bertanggung jawab,” tukas Abhan yang optimistis pelaksanaannya berjalan lancar dan aman. (fai/ric/ce1)