Ngamuk di Pesta Ultah, 1 Anak Tewas, 2 Luka

180

DEMAK – Pesta ulang tahun berubah jadi petaka. Peristiwa tragis itu terjadi di Desa Wonowoso, Karangtengah, Demak, kemarin. Supriyadi, 25, tiba-tiba mengamuk di acara pesta ulang tahun anak dari Nur Arifin, warga setempat. Akibatnya, seorang anak yang sedang asyik menonton pentas seni Barongan tewas menjadi sasaran amukan pelaku yang diketahui mengalami stres berat. Korban berinisial AK, 11, warga setempat. Ia tewas dalam perjalanan ke rumah sakit akibat kehabisan darah setelah terkena sabetan parang pelaku di bagian tengkuk kaki.

Aksi brutal Supriyadi juga menyebabkan dua bocah lainnya mengalami luka parah dan dilarikan ke RSUP dr Kariadi, Semarang. Keduanya berinisial So, 12, dan Zk, 12. Dua bocah malang ini mengalami luka di bagian perut dan anggota tubuh lainnya.

Khosiyah warga setempat menuturkan, sebelum peristiwa dramatis itu terjadi sejumlah anak berjejal menonton pentas seni Barongan di halaman rumah Nur Arifin yang punya hajat pesta ulang tahun putranya. Saat asyik menonton Barongan itu, tiba-tiba dari arah belakang datang Supriyadi yang datang sambil mengamuk. Pria kurang waras itu berlari sembari menghunus parang. Tentu saja, anak-anak dan warga lain kalang kabut. Nahas dialami ketiga korban yang ada di dekat pelaku. Ketiganya terkena sabetan parang hingga terkapar bersimbah darah.

Sebelum jatuh korban lainnya, sejumlah warga berupaya melumpuhkan pelaku. Tanpa kesulitan, pelaku berhasil disergap. Warga yang jengkel sempat menghajar pelaku. Akibatnya, pelaku mengalami luka lebam dan langsung dilarikan ke RSI Nahdlatul Ulama (NU) Demak.

Ketua RT 2 Desa Wonowoso, Nur Kholis, mengungkapkan, sebelumnya pelaku merantau di luar Jawa. Namun tidak disangka setelah hijrah ke Desa Wonowoso tersebut, pelaku berubah beringas dan kerap mengamuk. ”Sebenarnya orangnya pendiam. Warga mengetahu pelaku sebagai orang yang kurang waras,” katanya.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Karangtengah dilanjutkan ke Polres Demak. Hingga kemarin, kasusnya masih ditangani aparat kepolisian. Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, pihak kepolisian masih menangani kasus tersebut. ”Masih dalam pengusutan intensif,” jelasnya. (hib/aro/ce1)