KENDAL – Pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal yang akan dilaksanakan 26-28 Juli. Tapi sejauh ini, belum ada satupun parpol yang mendeklarasikan calonnya secara terbuka. Beberapa nama yang menjadi calon bupati (Cabup), seperti Widya Kandi Susanti (Bupati Kendal), Mirna Annisa (kader Partai Gerindra) dan Mukhammad Mustamsikin (Wakil Bupati) belum menampakkan koalisi maupun parpolnya. Begitupun deklrasi parpol di Kendal juga belum dilakukan.

Widya Kandi Susanti mengaku masih menunggu pemberian langsung rekomendasi dari DPP PDIP. “Sudah turun di DPD, rencananya akan baru akan diserahkan Minggu (26/7) besok. Yakni dari DPD PDIP Jateng ke DPC PDIP di Panti Marhaen, Semarang,” katanya.

Widya bakal maju berpasangan dengan Helmi Dimyati (putra dari ulama KH Dimyati Rais). Widya membeber belum akan melakukan deklarasi sampai berkas pendaftarannya masuk ke KPU. Perihal kapan akan mendaftarkan diri ke KPU, Wiyda membeber antara 26 dan 27 Juli. “Itu sesuai dengan instruksi dari pusat menunggu hari baiknya saja nanti. Begitupun deklarasi akan kami lakukan setelah pendaftaran masuk ke KPU,” tambahnya.

Untuk Parpol yang ia gandeng untuk berkoalisi, Widya enggan membeber. Tapi dari informasi yang diperoleh, PDIP akan berkoalisi dengan PKB dan Partai Nasdem. “Nanti, parpolnya apa saja akan ketahuan pada saat kami mendaftarkan diri ke KPU,” tambahnya.

Sementara cabup pendatang baru, Mirna Annisa memastikan dirinya juga akan maju. Sejauh ini pihaknya sudah mengantongi rekom dan sudah mempersiapkan berkas pendaftaran ke KPU. “Semua persyaratan mulai kami siapkan. Jadi Insyaallah, jika masyarakat merestui saya akan maju sebagai calon bupati,” katanya.

Mirna mengaku sudah ada pendamping dari tokoh ulama di Kendal pula. Tapi siapa namanya dan ulama dari daerah mana, Mirna enggan membeber. “Nantilah, tunggu saja kejutan kami,” tambahnya.

Politisi muda ini dipastikan akan menjadi pesaing kuat incumbent, pasalnya keduanya memiliki persamaan yang cukup mencolok. Diantaranya sama-sama perempuan dengan wakil dari golongan tokoh ulama.

Sementara Mustamsikin, masih belum jelas apakah akan maju atau tidak. Empat parpol yang mengusungnya yakni PAN, PPP, Partai Golkar dan Partai Gerindra telah berbalik arah. Begitupun calon wakil bupati Akhadi Adi Putra yang sempat disandingkan akan mendampinginya, justru dikabarkn mundur. Sementara waktu pendek tersisa ini, Mustamsikin harus mendapatkan rekomendasi parpol sebagai dan menentukan siapa wakil pengganti Adi Putra untuk bisa mendaftarkan diri ke KPU. (bud/fth)