CEK KESEHATAN : Puluhan pejabat dan kepala SKPD di lingkungan Pemkab Batang melakukan general check up di Aula Bupati, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK KESEHATAN : Puluhan pejabat dan kepala SKPD di lingkungan Pemkab Batang melakukan general check up di Aula Bupati, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Setelah meninggalnya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Batang, Gigih Sayoga, puluhan kepala Satuan Kepala Pemerintah Daerah (SKPD) Pemkab Batang melaksanakan cek kesehatan berupa general check up di aula Kantor Bupati. Hal itu dilakukan mengingat sebagian besar pejabat dan kepala SKPD sudah berusia di atas 50 tahun, serta memiliki pola makan yang kurang sehat.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Batang, Gagok Prasetyiono, mengatakan bahwa cek kesehatan yang dilakukan oleh kepala SKPD untuk mengetahui tingkat kesehatan setelah Ramadan dan libur lebaran. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula dan kolesterol.

“Cek kesehatan ini untuk mengetahui apakah mereka memiliki penyakit darah tinggi maupun kolesterol. Sehingga nantinya dianjurkan menjaga pola makan dan tetap menjaga hidup sehat,” kata Gagok.

Gagok juga menandaskan bahwa cek kesehatan ini sangat penting bagi pejabat atau kepala SKPD yang memiliki beban kerja berat. “Lebih baik mengetahui gejala penyakit sejak dini agar bisa melakukan pencegahan. Sehat itu mahal harganya, oleh karena itu lebih baik menjaga kesehatan,” tandas Gagok.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Selamet Riyanto menuturkan bahwa penyebab sakit pasca libur lebaran, sebagian besar karena pola makan yang berlebihan dan tidak teratur. Bahkan, jenis makanan yang dikonsumsi, cenderung menyebabkan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, dan stroke.

“Penyakit tersebut ditimbulkan oleh konsumsi makanan yang berkolesterol tinggi, seperti rendang, lemak, daging kambing atau makanan bersantan yang banyak disajikan selama Lebaran,” jelasnya.

dr Selamet menegaskan, ada beberapa fase yang terjadi dengan kesehatan, akibat dari pola makanan yang tidak baik. Fase sebelum lebaran, orang menahan mengonsumsi makanan. Fase pasca lebaran, orang makan berlebihan, bahkan cenderung seperti balas dendam. “Pola makan yang serampangan inilah, yang memicu terjadinya stroke atau naiknya kembali gula darah bagi yang sudah memiliki diabetes melitus,” tegasnya. (thd/ida)