Gerebek Gudang Ciu, Sita 5 Motor Bodong

293
DIGEREBEK: Petugas Polsek Gayamsari saat mengamankan barang bukti 32 kardus berisi 480 botol miras jenis ciu dari gudang milik Rahmad Basuki, kemarin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIGEREBEK: Petugas Polsek Gayamsari saat mengamankan barang bukti 32 kardus berisi 480 botol miras jenis ciu dari gudang milik Rahmad Basuki, kemarin. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GAYAMSARI – Gudang minuman keras (miras) di Jalan Dempel Barat RT 3 RW 8 Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Semarang, digerebek aparat Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Gayamsari Semarang, Jumat (24/7) siang. Gudang yang terletak di bagian belakang rumah Rahmad Basuki, 41, tersebut digunakan untuk menampung ratusan botol miras jenis ciu. Dalam penggerebekan tersebut juga disita lima motor ”bodong” alias tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan. Diduga kelima motor tersebut hasil pencurian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, penggerebekan tersebut dilakukan petugas sekitar pukul 14.00. Saat itu, aparat Reskrim Polsek Gayamsari mendatangi rumah di Jalan Dempel Barat yang dicurigai digunakan sebagai tempat penyimpanan miras jenis ciu. Saat digerebek, penghuni rumah, Rahmad Basuki, tak berkutik. Pria bertato di lengan kanan tersebut hanya bisa pasrah saat petugas memeriksa gudang yang terletak di bagian belakang rumahnya.

Saat digeledah, petugas menemukan tumpukan kardus berisi miras jenis ciu. Jumlahnya 32 kardus, yang setiap kardusnya berisi 15 botol bekas air mineral ukuran 1, 5 liter berisi ciu siap edar. Setelah dihitung, totalnya sebanyak 480 botol.

Yang mengejutkan, di gudang terpisah di samping gudang ciu, petugas menemukan 11 motor mencurigakan. Motor-motor tersebut ditutup menggunakan seng. Setelah diperiksa, 5 motor di antaranya diduga bodong, karena tidak memiliki dokumen surat-surat kendaraan. Polisi mencurigai lima motor tersebut hasil kejahatan.

Rahmad Basuki sendiri mengakui ada 5 motor tak memiliki surat-surat kendaraan. Namun ia mengelak kalau motor tersebut hasil kejahatan. ”Saya hanya menerima titipan, motor-motor itu dicekelke (digadaikan, Red) oleh pemiliknya. Memang ada beberapa motor tidak ada suratnya. Karena surat-suratnya masih dibawa pemiliknya,” ujar Basuki di lokasi kejadian.

Basuki berdalih menerima gadai motor tersebut berniat menolong kepada orang yang sedang membutuhkan uang. ”Mereka butuh uang menjelang Lebaran lalu. Saya membelinya Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta,” terangnya.

Lima motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan tersebut masing-masing Suzuki Shogun H 5983 GR, Yamaha Vega tanpa pelat nomor, Yamaha Vixion H 2007 CF, Honda Vario H 5366 RP dan Honda Supra Fit H 6915 TS. ”Semuanya tidak ada surat-surat kendaraan karena masih dibawa pemiliknya,” kilahnya.

Sedangkan ratusan botol berisi ciu tersebut diakuinya barang titipan. Basuki mengaku hanya menjualnya jika ada orang yang pesan. Dia berdalih, ciu tersebut milik Masrokhan, warga Lamper Semarang Selatan. ”Ini ciu dari Solo. Saya hanya dikirimi, lalu diminta menjualnya. Per botol seharga Rp 30 ribu,” kata Basuki yang mengaku sudah berjualan ciu sejak setahun lalu.

Selain menggerebek gudang miras milik Basuki, aparat Reskrim Polsek Gayamsari juga merazia sebuah kamar kos di Jalan Plewan 1 RT 10 RW 3 Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Semarang. Sebanyak 15 botol miras jenis ciu disita dari tempat kos yang dihuni oleh wanita bernama Marni, warga Palebon, Semarang.

Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto yang memimpin penggerebekan tersebut mengatakan, dari razia di dua lokasi tersebut, pihaknya menyita barang bukti 495 botol miras jenis ciu siap edar. Masing-masing botol berisi 1,5 liter.

”Ini sebagai upaya cipta kondisi Kamtibmas. Kami melakukan razia pekat (penyakit masyarakat). Dari dua lokasi, kami menyita 480 botol dan 15 botol miras jenis ciu. Pemiliknya minimal kami jerat pasal Tipiring (Tindak Pidana Ringan),” ujarnya.

Sedangkan temuan lima motor tanpa memiliki surat kendaraan, pihaknya mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. ”Ada 5 motor tidak memiliki dokumen, pemiliknya akan kami periksa lebih lanjut. Jika memang ditemukan unsur pidana, akan kami proses pidananya,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Gayamsari AKP Suharto menambahkan, sementara ini Rahmad Basuki akan diperiksa oleh penyidik Reskrim Gayamsari. Termasuk melakukan pengecekan nomor mesin, nomor rangka, dan kelengkapan dokumen surat kendaraan dari lima motor tersebut. ”Itu untuk mengetahui apakah lima motor tersebut merupakan hasil kejahatan atau tidak,” ujarnya. (amu/aro/ce1)