USUNG SENI BUDAYA JATENG: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berfoto bersama sejumlah pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah Jateng sebelum mengikuti Muktamar di Makasar. (FOTO: AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
USUNG SENI BUDAYA JATENG: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berfoto bersama sejumlah pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah Jateng sebelum mengikuti Muktamar di Makasar. (FOTO: AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Warga Muhammadiyah Jawa Tengah memiliki kebiasaan yang unik dan menarik dalam rangka menyambut Muktamar. Yaitu dengan cara menabung uang dalam jangka waktu lima tahun sehingga dapat digunakan untuk biaya keberangkatan untuk sebuah muktamar di mana pun kegiatan tersebut diadakan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng Prof Dailami saat melakukan audiensi di ruang kerja Gubernur Jawa Tengah Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (24/7). Audiensi tersebut dalam rangka pamitan serta memohon arahan terkait rencana kegiatan Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang diselenggarakan di Makasar pada 3-7 Agustus mendatang.

Dailami menjelaskan, pada Muktamar kali ini akan didelegasikan sebanyak 433 utusan. Mereka terdiri atas 252 utusan dari Muhammadiyah Jateng dan 181 utusan dari Aisyiyah Jateng. Selain jumlah tersebut, terdapat juga warga Muhammadiyah yang menjadi penggembira yang tidak terhitung jumlahnya. ”Selain berangkat melalui udara yang terbagi dalam enam kloter penerbangan, juga ada sebagian yang menggunakan kapal laut,” imbuhnya didampingi koordinator tim pemberangkatan utusan Muktamar Muhammadiyah Jateng Joko Sanyoto.

Dalam muktamar tersebut, lanjut Dailami, utusan Muhammadiyah Jateng juga akan memamerkan seni budaya. Pentas seni budaya itu telah disiapkan jauh-jauh hari dan rencananya akan diberangkatkan lebih awal sebelum acara muktamar dimulai. ”Ada pentas seni serambi Bagelen dari Purworejo, hasil kerajinan Jateng pun akan ditampilkan,” terangnya menambahkan bahwa para utusan telah menyiapkan pakaian khas batik yang dipadu sesuai dengan motif Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku menyambut baik gerakan kultural yang diusung salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia itu. Bahkan ia menyatakan siap membantu bila utusan Muktamar Muhammadiyah Jateng memerlukan bantuan biaya dan akomodasi. ”Jika warga Muhammadiyah telah menambung selama lima tahun, apa yang saya berikan dapat menjadi tambahan,” terangnya.

Ganjar menilai selama ini Muhammadiyah memiliki peran yang luar biasa dalam kontribusinya terhadap publik. Salah satunya adalah dalam membangun kemasyarakatan yang khas dengan pendidikan dan kesehatan. ”Saya hanya bisa berharap muktamar berjalan sukses diikuti Muswil (Musyawarah Wilayah) yang diselenggarakan tiga bulan berikutnya,” pungkas Ganjar mengaku selalu terbuka untuk berdilaog dengan banyak organisasi Islam. (fai/zal/ce1)