DIJEBLOSKAN TAHANAN : Kepala Desa Wonorejo, Wonoringgo, Kabupaten Pekalongan, M Fadli, ditahan paksa oleh Kejari Kajen Pekalongan setelah dua kali mangkir dipanggil Kejari. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIJEBLOSKAN TAHANAN : Kepala Desa Wonorejo, Wonoringgo, Kabupaten Pekalongan, M Fadli, ditahan paksa oleh Kejari Kajen Pekalongan setelah dua kali mangkir dipanggil Kejari. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Lantaran dua kali mangkir saat dipanggil pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen Pekalongan, Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, M Fadli, 27, Kamis (23/7) kemarin, dijemput paksa dari Kantor Balaidesa Wonorejo, kemuian dijebloskan ke dalam tahanan.

Penahanan tersebut bermula pada tahun 2014. Kala itu, Kades Wonorejo M Fadli menerima dana bantuan sosial (bansos) dari Propinsi Jawa Tengah yang digunakan untuk pengaspalan jalan di desa tersebut. Namun setelah dana bansos sebesar Rp 60 juta diterima, M Fadli tidak merealisasikan penggunaan dana bansos tersebut.

Perangkat Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Winaryo, 49, mengungkapkan bahwa sebelumnya M Fadli telah membuat surat pernyataan sebanyak dua kali bahwa uang bansos sebesar Rp 60 juta tersebut akan dikembalikan dan diserahkan ke Bendahara Desa. Namun sebanyak dua kali pula, M Fadli mengingkari surat pernyataan yang dibuatnya sendiri tersebut.

“Di depan warga masyarakat Desa Wonorejo, Pak Kades M Fadli membuat surat pernyataan dua kali, akan mengembalikan dan mengunakan dana bansos sesuai aturan,” ungkap Winaryo.

Winaryo juga mengatakan karena warga Desa Wonorejo kecewa, akhirnya kasus penyimpangan penggunaan dana bansos Propinsi Jateng tersebut, dilaporkan ke Kejari Kajen Pekalongan. “Warga sendiri yang melaporkan kasus penyimpangan dana bansos Provinsi Jateng tersebut,” kata Winaryo.

Kasie Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kajen, Nyoman Suji Agustina Aryata, menjelaskan bahwa ditahannya Kades Wonorejo, M Fadli, karena sudah dua kali mangkir setiap kali dipanggil oleh Kejari.

Menurutnya Kades Wonorejo, M Fadli, telah menyalahgunakan dana bansos Provinsi Jateng tahun 2014 sebesar Rp 60 juta, untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri serta dialihkan ke tempat lain. “Dana bansos sebesar Rp 60 juta dari Propinsi Jateng tahun 2014, tidak digunakan untuk pengaspalan jalan, tapi digunakan untuk kepentingan pribadi,” jelas Suji Agustina Aryata.

Sementara itu, Kasi Inteligen Kejari Kajen, Selamet Hariyadi, menegaskan bahwa ditahannya Kades Wonorejo, M Fadli, karena dua kali dipanggil selalu mangkir. Serta menindaklanjuti surat penangkapan nomor print/0189/o.3.45.fd.07.2015 dan surat penahanan nomor. print/0198/o.3.45.fd.07.2015 tertanggal 23 Juli, yang ditandatangani oleh Kepala Kejari Kajen Pekalongan.

Menurutnya Kades Wonorejo, M Fadli, akan ditahan selama 20 hari, sejak tanggal 23 Juli hingga 11 Agustus 2015 dan dititipkan pada Rumah Tahanan Pekalongan. “Kepala Desa Wonorejo, M Fadli, dikenai Pasal 2 dan 3, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara,” tegas Selamet Hariyadi. (thd/ida)