Distribusi Pertalite di Jateng-DIJ Belum Jelas

224
BELUM SOSIALISASI: BBM baru jenis Pertalite masih belum jelas kapan dipasarkan di Jateng-DIJ, juga belum dipastikan berapa harga per liter. (ADITYO DWI R/RADAR SEMARANG)
BELUM SOSIALISASI: BBM baru jenis Pertalite masih belum jelas kapan dipasarkan di Jateng-DIJ, juga belum dipastikan berapa harga per liter. (ADITYO DWI R/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PT Pertamina Region IV Jateng-DIJ saat ini tengah memetakan distribusi bahan bakar minyak (BBM) baru jenus Pertalite. Belum ada kepastian kapan bahan bakar dengan RON 90 ini akan dipasarkan di Jateng dan DIJ. Pasalnya, Pertamina pusat baru melakukan uji pasar pada tahap awal di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

GM PT Pertamina MOR 4 Jateng-DIY Kusnendar mengaku baru mempersiapkan lokasi dan Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) mana saja yang akan diberi kewenangan memasarkan Pertalite. “Kami akan menyesuaikan daerah-daerah yang sesuai dengan daya beli masyarakat,” paparnya, kemarin.

Pihaknya belum bisa memberi hasilnya lantaran tengah menunggu hasil evaluasi dari tim ritel. Kusnendar mentuturkan, paling tidak, awal bulan Agustus mendatang, sudah ada data resmi yang siap disosialisasikan seiring dengan peluncuran Pertalite.

Sementara itu, Asisten External Relation Manager PT Pertamina Region IV Jateng-DIY Robert MV Dumatubun menambahkan, BBM jenis baru ini bisa digunakan semua jenis kendaraan. Pertalite bisa jadi bahan bakar alternatif yang lebih baik dari Premium, tapi harganya di bawah Pertamax. “Produk terbaru ini tetap menyasar seluruh segmen pengendara mobil atau motor. Kalau harganya belum ada patokan dari Pertamina pusat,” ungkapnya.

Robert berharap, Pertalite bisa segera didistribusikan di Jateng dan DIJ mengingat makin banyak konsumsi Premium dan Pertamax di Jateng-DIY. Saat ini konsumsi Pertamax sudah mencapai 1.086 KL per hari, dan Premium 9.347 KL per hari. “Kalau di musim lebaran sejak H-10 hingga H+2, Premium telah mengalami peningkatan 36 persen, Pertamax 54 persen, Pertamax Plus 47 persen, Pertamina Dex 11 persen, dan Solar turun sebesar 16 persen,” pungkasnya. (amh/smu)