UKSW Ciptakan Piranti Daun

168
KARYA ANAK BANGSA : Dr Iwan Setyawan menunjukkan cara pengoperasian software iDaun ciptaannya. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KARYA ANAK BANGSA : Dr Iwan Setyawan menunjukkan cara pengoperasian software iDaun ciptaannya. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Berawal dari bincang-bincang dengan rekan, Dr Iwan Setyawan, dosen Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) membuat software untuk mengukur luas daun. Software pengukur luas daun ini diberi nama iDaun.

Sebelumnya,cara mengukur luas daun dilakukan dengan cara manual. Caranya dengan memotong-motong daun berukuran 1 x 1sentimeter kemudian dihitung luasnya dengan menghitung jumlah potongan. Cara lainnya adalah dengan mengasumsikan berat daun dengan luas tertentu, daun dipotong-potong kemudian ditimbang. Dengan cara ini, selain menghabiskan waktu juga perlu ketelatenan khusus.

“Awalnya saya mencoba membuat prototype dan kemudian saya presentasikan. Saat presentasi awal, saya mendapat respon yang bagus, kemudian saya poles. Proses pembuatan softwarenya sekitar dua sampai tiga bulan,” terang Dr Iwan Setyawan memulai ceritanya.

Iwan Setyawan yang juga Dekan Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) ini menyebutkan jika softwarenya mudah dalam operasionalnya. “Program software ini bisa diinstal di komputer mulai dari XP sampai windows 7. Syaratnya punya scanner. Daun yang akan diukur luasnya tinggal dimasukkan ke scanner dan software akan menghitung luasnya. Kurang dari satu menit, hasilnya akan keluar dalam sentimeter persegi,” papar Iwan Setyawan tentang cara kerja software ini.

Iwan menambahkan, jika daun yang akan diukur lebar, cukup memotongnya dan discan. iDaun juga baru saja mendapatkan sertifikat Hak Cipta. Hal ini mendapatkan respon positif dari pimpinan universitas. Software yang diciptakan Dr Iwan Setyawan ini menjadi yang pertama didapatkan setelah universitas membentuk Biro Inovasi Riset di bawah Kantor Pembantu Rektor V Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Sampai sekarang terdapat 10 hak cipta lainnya yang masih dalam proses.

Prof Sonny Heru Priyanto, dekan Fakultas Pertanian dan Bisnis mengungkapkan bahwa software ini sangat berguna untuk menunjang aktivitas penelitian. Dikatakannya, salah satu indikator dari efektivitas pemberian pupuk adalah dengan melihat luas daun. Hal ini dipakai untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

“Software yang dibuat ini sangat membantu pengukuran yang selama ini dilakukan secara manual. Software ini sangat membantu peneliti untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Software ini dipakai oleh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) untuk penelitian,” papar Prof Sonny Heru Priyanto. (sas/ida)