Perampasan Motor dengan Modus Kecelakaan

277

BARUSARI – Perampasan motor dengan modus kecelakaan terjadi di Semarang. Tepatnya di depan gapura Perumahan Semarang Indah, Kota Semarang, Minggu (12/7) silam. Namun korbannya, Panji Handoyo, 28, warga Tandang RT 6 RW 10, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, baru melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kemarin (22/7).

Saat melapor, korban bercerita, saat itu ada empat pria tak dikenal, penumpang mobil Daihatsu Xenia warna silver, merampas sebuah motor Yamaha Vixion warna merah H 2914 AQG, di depan gapura Perumahan Semarang Indah, Kota Semarang. Selain motor dirampas, Panji juga dipukuli beramai-ramai oleh keempat pria tersebut. ”Saya dipukuli bersama-sama, kemudian motor saya dirampas,” kata Panji saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (22/7).

Dijelaskannya, perampasan tersebut terjadi pada Minggu (12/7) lalu, sekitar pukul 02.00. Saat itu, Panji dengan mengendarai motornya sedang melintas di kawasan Semarang Indah, bersama temannya, Nunung Yulianti, 33, warga Jambu, Kabupaten Semarang. Sesampainya di depan gapura Perumahan Semarang Indah, Panji tidak sengaja terlibat kecelakaan dengan mobil Xenia tersebut. ”Saya tidak sengaja menyenggol mobil tersebut. Mereka mengejar dan menghentikan saya,” katanya.

Tak lama kemudian, keluar sebanyak empat pria tak dikenal dari dalam mobil Xenia tersebut. Mereka dengan berdalih bahwa mobilnya ditabrak, lantas marah-marah. Panji bermaksud menjelaskan secara kekeluargaan. Namun justru keempat pria tersebut beraksi brutal dengan memukulinya. ”Mereka memukul menggunakan tangan kosong,” terangnya.

Karena kalah jumlah, Panji hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan setelah Panji tak berdaya, keempat pria tersebut justru meminta motor keluaran 2014 milik Panji, secara paksa. ”Saya bilang bersedia mengganti kerusakan akibat kecelakaan. Tapi mereka tidak mau tahu, dan merampas motor saya,” terangnya.

Panji berusaha mempertahankan motornya. Namun keempat pria tersebut mengancam. Ia pun akhirnya hanya bisa pasrah saat motor kesayangannya dibawa kabur para pelaku. Panji mengaku masih kebingungan sehingga kejadian itu tidak segera dilaporkan ke pihak kepolisian. ”Saya baru bisa melapor hari ini (kemarin, Red),” imbuhnya.

Saat ini, aksi perampasan motor bermodus kecelakaan tersebut masih ditangani oleh tim Reserse Kriminal Polrestabes Semarang. Para pelaku bakal dijerat menggunakan pasal 368 KUHP. (amu/zal/ce1)