TERTINGGAL: Faizal digendong petugas Jasa Marga. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTINGGAL: Faizal digendong petugas Jasa Marga. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KRAPYAK – Seorang bocah bernama Faizal, 7, telantar di toilet Rest Area Jalan Tol Jatingaleh–Krapyak Km 5 Semarang, Rabu (22/7) siang. Bocah tersebut tertinggal dari rombongan mobil Honda Odyssey B 8951 OP yang ditumpangi oleh keluarganya. Rombongan tersebut usai mudik di Tuban Jawa Timur dan hendak kembali ke Condet Jakarta. Selama kurang lebih empat jam, Faizal kebingungan mencari keluarganya. Rombongan keluarganya baru sadar kalau Faizal tertinggal, setelah melaju kurang lebih 70 kilometer ke arah Jakarta. Faizal akhirnya ditolong oleh petugas kepolisian dan Jasa Marga yang sedang bertugas di rest area tersebut.

Faizal sendiri tampak linglung dan hanya bisa menangis mendapati rombongan keluarganya melesat jauh. Sedangkan Faizal sendiri tidak membawa alat komunikasi. Awalnya, rombongan tersebut melaju dari Tuban. Sesampai di kawasan rest area, mereka mampir di toilet untuk istirahat. ”Saya masuk kamar mandi sendiri untuk buang air kecil,” kata Faizal.

Diduga, orang tua Faizal kelelahan, sehingga lupa Faizal masih berada di dalam toilet. Tanpa mengecek, rombongan tersebut melaju meneruskan perjalanan ke arah Jakarta.

”Mungkin orang tuanya kelelahan, sehingga lalai tidak mengecek anaknya,” ujar salah seorang petugas ditemui di lokasi.
Faizal akhirnya dibawa oleh petugas ke kantor Jasa Marga Semarang. Kurang lebih 4 jam, rombongan mobil tersebut kembali untuk menjemput Faizal.

Ibu kandung Faizal, Lisa, mengaku baru menyadari kalau Faizal tertinggal saat mampir untuk beristirahat makan siang di Kabupaten Kendal. ”Kurang lebih, perjalanan 70 kilometer. Baru ngeh pas turun dari mobil (hendak makan, Red),” katanya.

Ia bersyukur bisa kembali dipertemukan dengan putra keempatnya tersebut. Setidaknya hal itu menjadi pengalaman saat perjalanan mudik Lebaran. Tentunya terdapat pembelajaran berharga yang mesti dipetik, bahwa setiap orang tua sudah semestinya berhati-hati dan waspada agar tidak lalai.

Sementara itu, arus balik pemudik yang keluar Semarang atau masuk Kabupaten Kendal terus mengalami peningkatan. Menurut pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (22/7) malam, antrean panjang terlihat di pintu keluar tol Manyaran. Kendaraan pemudik juga mengular dari Kota Semarang menuju Kabupaten Kendal. Dari data yang dihimpun Petugas Pos Pengamanan, arus mudik masih didominasi oleh kendaraan pribadi dengan total 2.146 roda empat pada pukul 11.00 dan naik menjadi 2.146 kendaraan pada pukul 13.00.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Subarso, mengatakan, arus balik terus mengalami peningkatan yang cukup siginifikan. ”Setiap jamnya kendaraan roda dua, roda empat, maupun bus terus mengalami peningkatan signifikan,” katanya.

Lebihi Kuota
Meski sudah beberapa kali diperingatkan dan dilakukan sosialisasi oleh petugas, beberapa penumpang pada arus balik Lebaran di Stasiun Kereta Api Semarang Tawang masih membawa barang bawaan yang melebihi kuota. Menurut Manager Humas PT KAI Daop 4, Suprapto, batas maksimal barang bawaan seberat 20 kg.

”Hingga hari ini (kemarin) masih banyak penumpang yang melanggar. Antisipasinya kita terus lakukan sosialisasi kepada calon penumpang dan berikap tegas kepada penumpang yang melanggar aturan tersebut,” kata Suprapto, Rabu (22/7).

Dikatakan, lonjakan penumpang arus balik Lebaran di Stasiun KA Tawang diperkirakan akan terus terjadi. ”Kenaikan jumlah penumpang hingga H+3 jika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 2,3 persen. Jumlah penumpang hingga H+7 pada tahun lalu mencapai 360 ribu. Tahun ini baru H+3 sudah mencapai 367 ribu penumpang,” tuturnya.

Untuk ketersediaan tiket, okupansi mencapai 90 persen. Sehingga pihak Daop 4 harus memperpanjang ketersediaan tiket hingga 28 Juli, yang sebelumnya diprediksi pada 27 Juli tiket sudah ludes.

”Penambahan rangkaian KA sudah kita lakukan. Untuk ke arah Jakarta, kita tambah 5 perjalanan KA. Lalu untuk KA reguler yang pemberangkatan awal dari Semarang sudah kita tambah 1 gerbong kereta. Seperti kereta Menoreh yang biasanya 8 gerbong kereta, sekarang menjadi 9 gerbong,” katanya.

Beberapa KA lain juga dilakukan penambahan gerbong. KA Argo Sindoro dan Argo Muria misalnya, KA tujuan Jakarta tersebut yang biasanya membawa 7 gerbong, khusus untuk menghadapi arus balik Lebaran tahun ini ditambah menjadi 8 gerbong.

Sementara itu, arus balik Lebaran tujuan Kumai, Kalimantan, dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Egon kemarin diwarnai dengan aksi berdesak-desakan. Dengan membawa barang bawaan, para penumpang berusaha memasuki kapal.

”Saya sengaja menunggu barang bawaan dulu agar penumpang lainnya naik, soalnya kalau berdesak-desakan, kasihan anak-anak,” ujar salah seorang penumpang, Maisyaroh, 35, asal Brebes. Maisyaroh mengaku tiba di Pelabuhan Tanjung Emas pukul 07.00, sedangkan KM Egon berangkat pukul 11.00. (amu/ewb/den/hid/aro/ce1)