AKSI DAMAI: Puluhan orang dari FUIK menggelar unjuk rasa dan mengecam Insinden Tolikara di depan Gereja Santo Martinus, Weleri, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI DAMAI: Puluhan orang dari FUIK menggelar unjuk rasa dan mengecam Insinden Tolikara di depan Gereja Santo Martinus, Weleri, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam Kendal (FUIK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gereja Santo Martinus Weleri, kemarin. mereka mengutuk insiden pembakaran tempat ibadah yang terjadi di Tolikara Papua serta upaya masyarakat yang akan membakar gereja Kridten Jawa di Tlepok Purworejo.

FUIK menilai tragedi Talikora itu dapat memecah belah persatuan umat beragama di Indonesia. Aksi damai tersebut dilakukan dengan berkonvoi dan mendatangi jemaat Gereja Kristen Indonesia di Weleri dan berakhir di Gereja Santo Martinus Weleri. FUIK memberikan orasi dan surat pernyataan sikap sebagai bentuk keprihatinan dan mengutuk insiden pembakaran tempat ibadah yang terjadi di Tolikara Papua saat perayaan Idul Fitri. Mereka juga membawa spanduk dan poster berisi kecaman terhadap oknum pelaku pembakaran tempat ibadah di Tolikora.

“Insiden yang terjadi di Tolikara bukan membawa perdamaian, tapi merusak tatanan tolerasi. Kebebasan umat beragama yang sudah terjalin dengan baik telah dilukai, itu sama saja pemberontakan terhadap pemerintahan NKRI,” kata Kordinator aksi Markus dalam orasinya.

Ia menambahkan, selama ini umat Islam yang mayoritas telah memberikan tolerasi yang luar biasa kepada mereka yang non muslim. Massa mendesak pemerintah segera menangkap pelaku pembakaran dan aktor intelektual dibalik kasus tersebut. Dalam surat yang dilayangkan kepada pimpinan gereja, massa meminta pemimpin gereja dan toko agama non muslim serius mendidik umatnya agar menghargai hukum dan toleransi di Indonesia. “Tapi apa yang terjadi di Papua adalah upaya untuk memecah belah umat dan merusak kerukunan beragama yang sudah terjalin selama ini,” imbuhnya.

FUIK menuntut pihak yang bertanggungjawab dalam insiden ini untuk menghentikan kezaliman terhadap umat Islam. “Kita siap berjihad untuk membela kaum muslim yang ditindas dan membalas kezaliman jika masih terjadi aksi serupa,” imbuhnya. Usai menggelar mimbar bebas dan membacakan pernyataan sikap puluhan massa ini kembali berkonvoi keliling Weleri. Aksi ini dikawal ketat aparat dari TNI dan Polri dengan menjaga seluruh gereja di Weleri. Dalam aksinya, massa juga melakukan aksi memblokir jalur pantura. Akibatnya kemacetan panjang terjadi dan menghambat arus mudik. Petugas lalu lintas yang berjaga terpaksa mengalihkan arus kendaraan melalui jalur alternatif. (bud/fth)