Terbilang Langka, Bisa Berbuah dan Matang

313
BERBUAH : H Murid Warnaim menunjukkan pohon kurma yang dia tanam dan kini berbuah sembilan tandan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBUAH : H Murid Warnaim menunjukkan pohon kurma yang dia tanam dan kini berbuah sembilan tandan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pohon kurma lazimnya tumbuh dan berbuah di wilayah jazirah Arab yang panas dan terik. Namun di wilayah tropis seperti Indonesia, ternyata bisa tumbuh subur dan berbuah. Sebagaimana pohon kurma yang ditanam H Murid Warnaim di Paesan, Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Seperti apa?

Lutfi Hanafi, Pekalongan

POHON kurma tersebut ditanam di halaman rumah H Murid Warnaim yang terletak di Jalan Raya Bebekan, Paesan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Atau hanya beberapa puluh meter dari SPBU Kedungwuni.

Namun begitu sampai di depan rumah, akan disambut pohon palem yang menjulang tinggi dan beberapa bonsai cantik. Sedangkan pohon kurmanya ada di halaman bagian belakang rumah. Tinggi batangnya sekitar 7 meter dengan diameter sekitar 20 cm. Umurnya baru sekitar sepuluh tahunan.

“Saya beli rumah ini sudah ada pohon kurmanya. Kata pemilik rumah yang dulu, saat saya beli, pohon kurmanya berumur 4 tahun. Sedangkan saya menempati rumah ini 6 tahun,” ucap Haji Murid sapaan akrapnya.

Sejak tahun 2014 lalu, pohon kurma tersebut sudah mulai berbuah, namun hanya berbuah empat tandan. Tapi di tahun 2015 ini, bisa berbuah 10 tandan dalam satu pohon. Buah kurma yang telah besar seukuran kelereng atau seukuran ibu jari orang dewasa.

“Banyak yang meminta buah kurma muda. Dipercaya berkhasiat menyuburkan kandungan. Sesuai dengan tradisi yang ada di Arab Saudi,” ucapnya sambil memperlihatkan beberapa butiran buah kurma muda.

Kini, hampir setiap hari keluarganya mengumpulkan rontokan buah kurma muda yang jatuh, untuk diberikan cuma-cuma kepada yang memintanya. “Bisa tumbuh pohon kurma dan berbuah, ini sungguh kebesaran Allah SWT. Ini dapat dikategorikan langka, di wilayah Indonesia bisa tumbuh pohon kurma,” tuturnya.

Padahal, kebanyakan orang yang menanam pohon kurma di Indonesia, tak benar-benar berbuah. Bahkan sejak berbunga sudah rontok sehingga tidak sampai berbuah matang. “Namun buah kurma ini, justru tumbuh besar dan sampai masak,” ceritanya takjub.

Meski sudah berbuah banyak, Haji Murid dan keluarganya, tak berani memanen buah kurma muda. Tapi menunggu kalau sudah besar untuk dipetik dan dijemur, sehingga bisa dikonsumsi.

Hal senada diungkapkan sang istri, Hj Khunaenah. Ia meyakini warga dan saudaranya yang telah mengonsumsi buah kurma muda, memang diberi kemudahan dan segera hamil. Sababiyah khasiat buah kurma muda, kandungan perempuan bisa lebih subur dan mudah mendapatkan keturunan.
“Alhamdulillah ada saudara dan tetangga, yang atas izin Allah, setelah mengonsumsi kurma muda, kini diberikan keturunan. Sejak saat itu, banyak warga yang meminta kurma muda,” tuturnya. (*/ida)