Libur Lebaran, Ratusan Nelayan Tetap Melaut

211
MELAUT : Ribuan nelayan di Kabupaten Batang tetap melaut, meski dalam suasana lebaran, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELAUT : Ribuan nelayan di Kabupaten Batang tetap melaut, meski dalam suasana lebaran, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Lantaran tidak ada pemasukan karena lama tak melaut, ratusan nelayan di Kabupaten Batang, Selasa (21/7) kemarin, lebih memilih melaut untuk mendapatkan penghasilan. Selain itu, harga ikan juga lumayan tinggi.

Nahkoda Kapal Mina Bahari II, Kamaludin,43, warga Desa Karangasem, Kecamatan Batang, mengungkapkan bahwa sejak harga ikan terus membaik dan naik hingga 30 persen dari sebelumnya pada pertengan puasa kemarin, membuat para nelayan pergi melaut.

“Sudah lebih dari 2 bulan terakhir, para nelayan tidak melaut karena cuaca ekstrim. Saat ini, meski masih suasana Lebaran, kami lebih memilih melaut. Dengan pertimbangan cuaca sudah membaik dan harga ikan sangat baik,” ungkap Kamaludin.

Imron, 34, distributor es balok, yang memasok kebutuhan es nelayan di dermaga TPI Wonokerto, Kabupaten Batang mengatakan bahwa kebutuhan es balok saat Lebaran ini sangat tinggi. Seribuan balok es batu terjual dalam sehari, karena banyaknya nelayan yang mulai melaut.

Menurutnya es balok tersebut digunakan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan. Kalau menggunakan freezer, kapal boros di bahan bakar. Untuk menghematnya, nelayan menggunakan es balok. ”Sehari rata-rata seribu es balok terjual, bahkan bisa lebih. Ini karena setiap kapal membutuhkan lebih dari 50-an es balok,” kata Imron.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kabupaten Pekalongan, Wiranto, menandaskan bahwa harga ikan laut hasil tangkapan, seperti ikan tuna dan layang sangat bagus. “Cuaca yang membaik dan harga jual ikan yang tinggi, salah satu alasan nelayan untuk melaut, meski dalam suasana Lebaran,” tandas Wiranto. (thd/ida)