Demi Nyalon, Rela Mundur dari Dewan

248
Idris Satria Budi. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Idris Satria Budi. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Idris Satria Budi, anggota DPRD Kota Pekalongan yang kini menjadi Bakal Calon (Balon) Wali Kota Pekalongan, menyatakan siap mundur dari kedudukannya sebagai wakil rakyat. Menyusul adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait peraturan Pilkada yang mengharuskan anggota DPRD mundur dari anggota dewan secara permanen bila ikut Pilkada 2015.

Bahkan, Balon Wali Kota Pekalongan yang diusung koalisi PKS dan Partai Gerindra ini siap mengikuti aturan yang berlaku. Hal tersebut, ditegaskan oleh Ketua DPD PKS, Ajie Suryo Amd, bahwa Idris siap mundur dari keanggotaan dewan.

“Ketika Mas Idris kami usung, beliau sudah mengetahui risiko yang bakal muncul. Salah satunya munculnya putusan MK yang mengharuskan calon anggota DPRD yang menjadi balon wali kota harus mundur dari jabatannya sebagai anggota dewan. Dan dirinya siap saja,” ucapnya.

Aji Suryo menambahkan, calon yang diusung PKS dan Gerindra tersebut akan mengikui regulasi yang berlaku. Untuk lebih memantabkan, kini pihaknya sedang memburu balon wakil wali kota yang tepat untuk disandingkan dengan Idris.

“Balon Wali Kota yang kami pilih nanti, harus memiliki daya magnet atau menarik simpatisan untuk memilihnya. Makanya kami sedang mempertimbangkan banyak nama,” jelasnya.

Kata Aji, timnya saat ini sedang mempertimbangkan para pendaftar balon wali kota dari Partai Gerindra yang sudah menjadi koalisinya. Beberapa nama yang sudah mendaftar antara lain, seperti politisi PAN dan anggota DPR RI, Hakam Naja, Anis Rosyidi dan Ketua GNPK RI Basri Budi Utomo. Namun pihaknya juga masih mempertimbangkan calon-calon lain dari ketiga orang tersebut, jika hasil surveinya cukup bagus.

“Kami masih membuka peluang siapa saja untuk mendampingi Mas Idris. Kalau memang layak dan hasil survei bagus, akan dipertimbangkan,” terangnya.

Namun hal ini berbanding terbalik dengan salah satu kandidat lain, yaitu pasangan independen Anton dan Fauzi, yang sudah dinyatakan lolos uji administrasi.

Saat dikonfirmasi melalui wakilnya, Fauzi, pasangan independen yang notabene anggota DPRD Kota Pekalongan dari Partai Golkar tersebut berniat mundur.

“Saya rasa eman (rugi, red), jika saya mundur jadi anggota dewan. Saya mempertimbangkan untuk mundur saja sebelum pendaftaran,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Namun keputusannya mundur belum final. Pihaknya masih menunggu waktu yang tepat atau mendekati hari pendaftaran. “Segera sebelum pendaftaran, namun akan segera mengambil sikap. Mundur atau tidak,” terangnya. (han/ida)