RUSAK: Jembatan Desa Buko, Kecamatan Wedung kondisinya masih darurat. Jembatan ini sedianya dibangun usai lebaran. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
RUSAK: Jembatan Desa Buko, Kecamatan Wedung kondisinya masih darurat. Jembatan ini sedianya dibangun usai lebaran. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Upaya Pemkab Demak untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan dengan konstruksi beton bertulang terus dilakukan. Bahkan, kini target yang dilaksanakan sudah mencapai 85 persen. Artinya, dari total 426 kilometer jalan kabupaten yang ditangani, yang sudah dibeton sepanjang 363 kilometer.

Seperti diketahui, betonisasi jalan ini sudah di lakukan sejak Juli 2006 semasa kepemimpinan (alm) Bupati Tafta Zani. Pantauan koran ini, jalan kabupaten hingga jalan penghubung antara kecamatan dan desa mayoritas sudah mulus. Kendaraan yang masuk ke pedesaan sudah tidak melalui jalan bertanah lumpur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Pemkab Demak, Doso Purnomo melalu Kabid Bina Marga, Sugiarto mengatakan, beberapa ruas jalan kabupaten yang kini sudah nyambung dan bisa dilalui hingga tuntas terus bertambah. Di wilayah Demak bagian timur misalnya, beberapa ruas jalan telah selesai dibangun. Yaitu, jalan Bengkal-Karanganyar. Jalur itu menghubungkan antara Demak, Kudus dan Jepara. Kemudian, jalur Karanganyar-Merak. Jalan alternatif ini menghubungkan antara jalan raya Pantura Demak dengan Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan.

Selanjutnya, jalan ruas Cangkring-Karangrejo juga sudah tuntas. Jalan ini juga menghubungkan antara jalur Pantura Demak dengan jalan provinsi yang melalui Demak-Purwodadi. Kemudian, jalan Gajah-Dempet yang juga mengaitkan langsung jalur Pantura dengan jalan Demak-Grobogan. Selain itu, jalan Dempet-Mintreng, Kecamatan Kebonagung menjadi jalan alternatif Demak-Grobogan, utamanya menghubungkan jalur tengah Semarang-Demak-Purwodadi. Jalan lain yang sudah dibetonisasi adalah ruas Buyaran-Guntur-Karangawen.

Meski masih ada sedikit yang berupa aspal, namun sepanjang jalan tersebut sudah dibetonisasi. Jalur Onggorawe-Mranggen meski sudah dibetonisasi sejak awal, namun sebagian besar sudah mulai rusak dan perlu pemeliharaan intensif dari DPUPPE. “Kita lakukan pemeliharaan,” kata Sugiarto.

Ia menambahkan, jalur alternatif lain yang bisa memperlancar arus lalulintas adalah jalan Pamongan-Bulusari hingga Genuk. Jalan ini biasanya menjadi pilihan bagi pegendara motor maupun mobil yang terjebak macet di ruas jalan Pantura Sayung. Meski agak jauh sedikit, namun jalur tersebut bisa memecah konsentrasi kemacetan kendaraan di Pantura lewat Onggorawe-Bulusari-Mranggen.

Sugiarto menambahkan, jalan penghubung Kota Demak dengan Bonang maupun Kecamatan Wedung juga sudah dibetonisasi. Hanya ada dua titik yang menunggu betonisasi, yakni didepan Pasar Gebang Bonang dan didekat jalan Pahlawan Kota Demak. Sedangkan, untuk jembatan Desa Buko, Kecamatan Wedung saat ini memang masih dalam kondisi darurat. Sedianya, jembatan itu akan dibongkar dan dibangun kembali usai lebaran Idul Fitri ini. “Ini supaya tidak menganggu kendaraan yang berlebaran,” tambahnya. (hib/fth)