Mahasiswa Asing Pamer Karawitan dan Pencak Silat

340
UNJUK KEBOLEHAN : Mahasiswa asing dari Australian National University dan Yale University menunjukkan kemampuannya belajar budaya Indonesia di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. (IST)
UNJUK KEBOLEHAN : Mahasiswa asing dari Australian National University dan Yale University menunjukkan kemampuannya belajar budaya Indonesia di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. (IST)

Siang Budaya PIBBI 8web

SALATIGA-Belasan mahasiswa dari Australian National University dan Yale University yang belajar budaya Indonesia di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, cukup piawai memainkan seni karawitan, pencak silat, dan membatik, pada akhir pekan kemarin. Yakni setelah 16 mahasiswa asing tersebut mengikuti Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI) UKSW ke-67.

Pada akhir penutupan program digelar acara yang dibalut dalam drama berjudul Jaka Tarub. Dalam kesempatan tersebut, menampilkan hasil belajar mereka selama mengikuti kelas budaya. Seluruh peserta tampak antusias saat menunjukkan kemampuan masing-masing di hadapan tenaga pengajar masing-masing kelas, mahasiswa LTC Friends, keluarga home stay, serta beberapa tamu undangan.

Inggrid dan Emily yang memilih kelas pencak silat mengaku sangat senang bisa berlatih olah raga bela diri ini. “Ini merupakan pengalaman pertama saya. Sebelumnya saya belum pernah mencoba,” tutur Inggrid yang berkeinginan kembali ke Indonesia untuk mengikuti program serupa.

Hal senada dikatakan oleh Emily. Menurutnya, bisa belajar pencak silat adalah kesempatan berharga baginya. “Awalnya badanku sakit, tapi setelah berlatih sampai beberapa kali, ternyata menyenangkan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Inggrid dan Emily, bersama tiga peserta lainnya dari kelas pencak silat menampilkan beberapa jurus dasar. Sedangkan peserta PIBBI yang tergabung di kelas Karawitan menyuguhkan hasil belajarnya memainkan alat musik tradisional Jawa seperti gong, rebab, gendang, bonang dan lainnya. Di bawah asuhan Mbah Guno, mereka menampilkan beberapa lagu.

“Terimakasih UKSW dan seluruh pengajar telah menerima kami dengan begitu baik. Satu kesan saya selama di sini, Indonesia dan kampus UKSW adalah menyenangkan,” tutur Jack Buckley, salah satu mahasiswa asing, setelah menerima sertifikat dan pemakaian selempang batik tanda ditutupnya PIBBI ke-67 oleh Direktur LTC UKSW R.P.N. Dian Widi Sasanti. (sas/ida)