MULAI PANEN: Seorang petani sedang merawat buah jambu delima yang siap dipanen. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
MULAI PANEN: Seorang petani sedang merawat buah jambu delima yang siap dipanen. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Jambu merah delima saat ini sudah menjadi primadona dan dan banyak ditemukan di mana-mana, termasuk dijual di Supermarket. Bahkan, jambu air tersebut terus dikenalkan kedaerah lain sebagai oleh-oleh khas Demak. Pengenalan potensi daerah itu biasanya disampaikan saat pemkab maupun DPRD setempat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah lain.

Ketua Komisi B DPRD Demak, H Muntohar mengungkapkan, produksi jambu delima dan citra di Demak cukup melimpah. Meski demikian, hingga kini buahnya masih banyak yang belum bisa berbuah setiap saat atau diluar musim (off season). Karena itu, kata dia, penerapan model off season yang selama ini diterapkan perlu digalakkan kembali. Ini dibutuhkan untuk mendongkrak produksi jambu delima dan citra tersebut. Sistem off season seperti itu kini juga dipraktikkan para petani di Kota Binjai, Sumatera Utara. “Sebetulnya, kalau dibandingkan dengan jambu air dari daerah lain, jambu khas Demak ini lebih unggul. Rasanya lebih manis dan segar,”katanya mencoba membandingkan rasa jambu air delima dengan jambu asal Kota Binjai, tersebut.

Berdasarkan data Dinas Pertanian (Dispertan) sebelumnya, jumlah tanaman air jambu delima di Demak mencapai 138.938 dengan tanaman produktif sekitar 96.330 pohon. Sedangkan, produktifitasnya rata-rata mencapai 114 kilogram perpohon. Pendapatan petani jambu setiap tahun dengan sistem off season bisa mencapai Rp 20 miliar pertahun. Namun, bisa dengan panen biasa hanya sekitar Rp 10 miliar pertahun.

Kepala Dispertan Demak, Ir Wibowo mengungkapkan, pohon jambu ini tersebar di 14 kecamatan. Utamanya di wilayah Kecamatan Demak Kota, Wonosalam, Mijen dan Guntur. Kini, sudah banyak ditanam di Kecamatan Dempet, Bonang, dan Kecamatan Wedung. Wibowo mengaku bangga dengan makin dikenalnya jambu delima asli Demak. “Kalau kita ke Jogja atau Solo maupun ke Bojonegoro, tepi jalan raya sudah banyak pedagang yang menjual jambu merah delima ini, yakni jambu khas Demak. Bahkan, jambu ini juga merajai pasar buah di Jakarta maupun Surabaya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk menerapkan off season ini, Dispertan sebelumnya telah bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Petani jambu delima, Subiyanto, warga RT 2 RW 4, Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam mengatakan, ada 75 batang pohon jambu delima dikelola dengan cara bagi hasil dengan pemilik lahan. Hasilnya, cukup memuaskan.

“Kita bisa hasilkan Rp 32 juta pertahun,”katanya. Harga jambu delima dipasaran Rp 12,5 ribu per kilogram. Sedangkan, jambu citra harganya mencapai Rp 17 ribu perkilogram. “Pada saat tidak musim panen, maka kita ada tanaman yang perlu diatur agar tetap bisa berbuah diluar musim. Caranya dipangkas batangnya yang rusak dan kena penyakit,” tambahnya. (hib/fth)