MACET : Jalur pantura sudah mulai macet, sehingga banyak pemudik yang menggunakan jalur alternatif. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
MACET : Jalur pantura sudah mulai macet, sehingga banyak pemudik yang menggunakan jalur alternatif. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
MACET : Jalur pantura sudah mulai macet, sehingga banyak pemudik yang menggunakan jalur alternatif. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KENDAL – Sejumlah jalur alternatif di Kabupaten Kendal yang menghubungkan ke daerah lain sudah mulai ramai dilalui kendaraan.
Jalur alternatif yang mulai ramai adalah, jalur alternatif Weleri-Temanggung, dan Boja-Kabupaten Semarang (Ambarawa). Untuk menuju jalur alternatif menuju Temanggung, pengendara bermotor bisa langsung lewat pertigaan Pasar Weleri ke arah Sukorejo.

Pada siang hari, pengendara bermotor bisa sambil menikmati pemandangan alam area perbukitan, dan panorama pepohonan terlihat jelas di sisi jalan. Namun, harus tetap meningkatkan kewaspadaan karena banyak berkelok dan menanjak. Apalagi, jalan ini masih terdapat perbaikan di beberapa titik yang dihentikan sementara waktu. Sehingga tinggi jalan berbeda terutama pada pembatas beton dan aspal. Selain itu masih minim lampu penerangan dan marka jalan.

Kondisi tersebut jelas mengancam keselamatan pengendara bermotor saat di malam hari. Sebab rambu-rambu peringatan masih minim, terutama pada peringatan tikungan. Untuk itu, pengendara diharapkan mengurangi kecepatan kendaraannya dan mencermati kelok dan tanjakan jalan.

Dari Sukorejo terdapat juga jalur yang dapat menghubungkan ke Boja dan Ungaran. Namun, jalur yang melintasi Kecamatan Singorojo ini kondisinya buruk dan relatif sepi. Minimnya sarana penerangan jalan juga terjadi di jalur alternatif Kaliwungu-Semarang. Namun, jalur ini kondisi fisiknya relatif baik dan aman untuk dilintasi. Yakni mulai Kecamatan Kaliwungu-Protomulyo-Darupono-Kecamatan Singoorojo-Kecamatan Boja.

Pertigaan Kecamatan Boja, terdapat dua arah yakni Kota Semarang melewati Cangkiran dan Mijen. Sedangkan satunya lagi menuju Kabupaten Semarang (Ambarawa) melewati Kecamatan Limbangan dan Kecamatan Sumowono.

Jalur Boja-Ambarawa banyak terdapat pertigaan maupun perempatan kecil penghubung desa/dusun tanpa diberi rambu-rambu petunjuk arah. Sehingga pengendara bermotor yang melintas diharapkan paham dengan jalur tujuan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Subarso mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Polres dan TNI dalam menyambut arus mudik lebaran tahun ini. “Kami sudah memetakan jalur mana yang akan dilintasi para pemudik. Sehingga kami menyiapkan segala sarana dan prasaranan untuk membantu para pemudik supaya aman dan nyaman dalam perjalanan,” katanya, kemarin.

Di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan, papar dia, akan diberi rambu-rambu lalu lintas. Seperti di Pasar Tumpah Weleri, Pasar Brangsong, Pasar Kaliwungu dan sejumlah jalur alternatif. Selain itu, pihaknya akan mendirikan posko mudik sekaligus penempatan petugas gabungan terdiri dari Dishub, Polri, dan TNI. “Ya, di tikungan jalur di wilayah atas (Sukorejo) akan kami pasang rambu-rambu peringatan dan penunjuk jalan,” imbuhnya.

Sekda Kendal, Bambang Dwiyono menambahkan, untuk pengadaan sarana penerangan jalan masih dalam proses pengajuan. “Memang masih belum maksimal, tapi saat ini sudah kami ajukan dan menjadi prioritas,” tambahnya. (bud/fth)